ID   EN
Universitas Mercu Buana

News

Universitas Mercu Buana dan Yayasan At-Taubah 60 Jajaki Kerja Sama

   969    1 min

Bapak Erry Rebruanto selaku Ketua Yayasan At-Taubah melakukan kunjungan ke Universitas Mercu Buana (UMB) dalam rangka diskusi kerja sama. Dihadiri oleh Dr. Farid Hamid Umarella, M.Si selaku Ketua Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, Haekal Fajri Amrullah, S.Ikom., M.Sc, Dewi Sad Tanti, M.Ikom dan Suman Jaya, S.Sos, M.I.Kom selaku Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Prastika Indriyanti, MCS selaku Kepala Biro Kerja Sama (4/4/2023).

“Kami mewakili UMB merasa sangat senang, ternyata kontribusi kita dengan masyarakat itu cukup banyak. Apalagi dengan adanya kerja sama ini semoga nantinya kedepannya lebih banyak lagi aktivitas kita dan juga kontribusinya jangan sampai hanya disini. Kalau perlu kita eksplor lagi tidak hanya sampai di Fakultas Ilmu Komunikasi saja, tetapi juga nanti ke fakultas-fakultas lain yang ada di UMB”, ucap Prastika.

Yayasan At-Taubah 60 itu hadir untuk memberdayakan masyarakat mualaf yang berasal dari Baduy, yang tujuannya sebagai tempat pelayanan sosial bagi mualaf dari Baduy dengan meningkatkan keagamaan, pendidikan dan ekonomi.

Dr. Farid Hamid, M.Si memperkenalkan FIKOM yaitu terdapat 4 jurusan atau Prodi yaitu Broadcasting, Public Relations, Advertising and Marketing Communication, Digital Communication. “Baik dosen maupun mahasiswa dapat membantu At-Taubah dalam mengatasi permasalahan yang ada. Program PPM (Pengabdian Pada Masyarakat) yang dilakukan oleh dosen dan KPN (Kuliah Peduli Negeri) yang merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para Mahasiswa/i UMB”, lanjut Farid.

Untuk dokumen telah dipersiapkan, hanya tinggal aksi dan kapan dilaksanakan akan didiskusikan lebih lanjut. Berdiskusi dalam menentukan apa saja yang harus dilakukan kedepannya terkait permasalahan yang dihadapi oleh At-Taubah 60, terkait pengelolaan media, branding yayasan yang tidak lagi menggunakan nama Yayasan At-Taubah Mualaf tapi menjadi T60, pengelolaan dan pemilahan sampah di masjid, desain produk buatan masyarakat, dll. Hal itu sebagai upaya sinergitas berkelanjutan yang diharapkan dapat membantu membangun masyarakat setempat (Baduy dan Kupang).



Next PostPrevious Post