Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) 2026 menjadi salah satu ruang pembuktian bagi pembelajaran di Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana (UMB). Di arena kompetisi, pengetahuan mahasiswa tidak lagi berhenti pada desain dan perhitungan di kampus, tetapi diuji melalui kendaraan yang harus mampu bekerja secara nyata. Tim Geni Biru UMB yang diperkuat lima mahasiswa Teknik Mesin berhasil membawa kendaraan hasil pengembangan mereka meraih juara III KMLI 2026 di Bandung. Kendaraan tersebut mampu menyelesaikan seluruh rangkaian kompetisi tanpa mengalami kendala berarti. Tim Geni Biru terdiri atas Lutfi Saputro sebagai manajer tim, Akbar Mutholib sebagai pengemudi utama, Muhammad Gufron yang menangani perancangan bodi, desain dan analisis aerodinamika, Muhamad Rafa Fajar pada bagian kelistrikan, serta Bani Rabani sebagai mekanik dan pendukung tim. Sebelum memasuki arena kompetisi, mahasiswa melewati sejumlah tahapan, mulai dari penyusunan proposal, manufaktur, perakitan, hingga pengujian kendaraan. Proses tersebut menuntut mereka memastikan berbagai sistem kendaraan dapat bekerja secara optimal dan konsisten. “Keikutsertaan tim Geni Biru dalam KMLI 2026 karena memiliki keinginan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam bidang kendaraan listrik sekaligus menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan yang dapat diuji secara langsung,” ujar Tim Geni Biru UMB. Salah satu tantangan terbesar adalah menyatukan berbagai sistem kendaraan agar dapat bekerja sebagai satu kesatuan. Keterbatasan waktu persiapan juga menjadi persoalan yang harus dihadapi tim. Untuk meningkatkan kemampuan kendaraan, tim membuat desain bodi lebih ramping dengan harapan meningkatkan efisiensi. Kendaraan juga dilengkapi perangkat peredam benturan serta sistem pemantauan temperatur controller yang terhubung dengan layar display. Di arena KMLI, kendaraan tersebut kemudian diuji bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi. Selain berkompetisi, mahasiswa memperoleh kesempatan bertukar pengalaman mengenai pengembangan kendaraan listrik dan pengalaman mengikuti kompetisi. Bagi Tim Geni Biru, kemampuan kendaraan menyelesaikan seluruh rangkaian kompetisi menjadi salah satu pengalaman paling berkesan. “Kami merasa senang dan bersyukur bisa mendapatkan juara. Yang paling berkesan adalah kami dapat lolos dan berkompetisi dari awal hingga akhir tanpa kendala pada kendaraan,” ujar tim. Kompetisi juga menguji kemampuan mahasiswa bekerja sebagai tim. Setiap anggota memiliki tanggung jawab berbeda, tetapi seluruh bagian harus terhubung agar kendaraan dapat berfungsi dengan baik. “Pelajaran paling berharga adalah kekompakan satu tim. Kami juga belajar pentingnya komunikasi antara anggota karena penting banget untuk lomba seperti ini,” kata mereka. Dalam persiapan hingga kompetisi, Tim Geni Biru mendapat dukungan dari dosen pembimbing Andarany dan Hadi Pranoto serta sponsor. Setelah meraih juara III, tim berencana melanjutkan latihan dan mengevaluasi kendaraan untuk menemukan bagian yang masih dapat dikembangkan, khususnya dari sisi inovasi. “Target kami yang paling utama adalah latihan dan mencoba mengidentifikasi beberapa bagian yang masih dapat dikembangkan dari segi inovasi,” ujar mereka.

KMLI 2026 menjadi pengalaman bagi mahasiswa Teknik Mesin UMB untuk menguji pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di kampus dalam situasi nyata. Di arena kompetisi, rancangan kendaraan tidak hanya dinilai dari desain dan perhitungan, tetapi dari kemampuannya bekerja.