Bagi Muhammad Adam Khafila, menjadi juara bukan hanya tentang mengangkat tangan setelah pertandingan berakhir. Di balik Juara 1 Anak Boxing Series 2026, mahasiswa semester 3 Program Studi Public Relations, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) ini belajar bahwa hasil terbaik lahir dari proses yang dijalani secara konsisten.
Kompetisi tersebut berlangsung pada 16 Mei 2026 di Nenggala Academy dan diikuti 58 peserta. Adam bertanding di kategori Heavyweight setelah didaftarkan melalui camp tempat ia berlatih.
Jauh sebelum masuk ring, Adam sudah lebih dulu berhadapan dengan tantangan dalam latihan. Ia harus menjaga kondisi fisik, mengikuti program latihan, mengatur berat badan, sekaligus mempertahankan fokus. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika berhasil memenuhi target berat badan dan menjalani program yang menurutnya cukup menantang untuk kelas Heavyweight.
Bagi seorang fighter, proses tersebut menjadi bagian penting dari persiapan. Adam menyadari bahwa pertandingan bukan hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga kesiapan mental untuk menghadapi tekanan.
“Sebagai seorang fighter, saya hanya ingin membuktikan hasil kerja keras selama latihan,” ujar Adam.
Ketika akhirnya keluar sebagai juara, kepuasan yang dirasakan Adam bukan semata-mata karena medali. Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa rutinitas yang dijalani selama latihan memiliki hasil nyata.
“Kerja keras sama konsistensi memang nggak bakal khianati hasil. Kuncinya cuma percaya sama proses,” katanya.
Pelajaran tersebut kemudian tidak berhenti di dunia olahraga. Sebagai mahasiswa Public Relations, Adam melihat banyak nilai dari latihan dan pertandingan yang dapat diterapkan dalam kehidupan perkuliahan. Disiplin membantunya mengatur aktivitas, sementara pengalaman menghadapi tekanan melatihnya untuk tetap tenang ketika menghadapi situasi yang menantang.
Menurut Adam, pengalaman di luar kelas menjadi pelengkap pembelajaran yang diperoleh melalui perkuliahan. Jika di kelas mahasiswa mendapatkan teori, berbagai aktivitas di luar kelas memberikan ruang untuk menguji kemampuan diri secara langsung.
“Kalau cuma mengandalkan teori di kelas saja, rasanya kayak ada yang kurang. Pengalaman di luar kelas itu semacam tempat latihan mental dan sosial,” ungkapnya.
Dari ring tinju, Adam belajar bahwa perkembangan tidak terjadi dalam satu malam. Ada proses latihan yang harus dijalani berulang kali, ada rasa lelah yang harus dihadapi, dan ada evaluasi yang perlu dilakukan agar menjadi lebih baik.
Nilai tersebut menjadi relevan dengan perjalanan Adam sebagai mahasiswa. Ia tidak hanya membawa pengalaman bertanding ke lingkungan kampus, tetapi juga membawa pola pikir bahwa setiap kemampuan perlu dibangun melalui proses.
Karena itu, bagi Adam, kemenangan di Anak Boxing Series 2026 bukanlah garis akhir. Medali tersebut justru menjadi pengingat bahwa konsistensi yang dilakukan hari ini dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Ia pun mengajak mahasiswa UMB untuk berani memulai dan menekuni bidang yang diminati.
“Jangan takut buat mulai dan konsisten. Jago di satu bidang itu bukan soal instan, tapi soal seberapa sering kita mau belajar dari salah dan tetap jalan meskipun capek,” pesannya.
Pengalaman Adam memperlihatkan bahwa pembelajaran mahasiswa UMB dapat hadir dari berbagai ruang. Dari atas ring, ia menemukan bahwa disiplin, konsistensi, dan keberanian menghadapi tekanan bukan hanya dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan, tetapi juga menjadi bekal untuk terus bertumbuh sebagai mahasiswa dan mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.