Friska, mahasiswa angkatan 2024 dengan NIM 44224010178, terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026 Batch 2 untuk Universitas Mercu Buana. Ia juga dipercaya menjadi bagian dari TribunX Youth Ambassador.

Kedua program tersebut memberikan ruang bagi Friska untuk mengasah kemampuan komunikasi, membuat konten, membangun personal branding, sekaligus memahami cara menyampaikan isu kepada audiens melalui platform digital.

Pada program Google Student Ambassador, Friska akan mengikuti rangkaian kegiatan selama sekitar tiga bulan. Salah satu tantangannya adalah membuat konten yang berkaitan dengan berbagai tools Google.

“Selama periode menjadi GSA, kami akan menjadi wajah dari brand dan membangun branding melalui isu sosial atau teknologi. Untuk Google, tantangannya adalah membuat konten mengenai tools Google,” ujar Friska.

Menurut Friska, proses seleksi GSA cukup ketat dan kompetitif. Peserta juga memiliki kesempatan mengikuti tantangan pembuatan konten. Apabila karya yang dibuat terpilih dalam program tersebut, peserta dapat memperoleh reward dan sertifikat khusus.

Program GSA juga membuka peluang bagi peserta untuk mengikuti kompetisi lanjutan dengan kesempatan menuju kantor Google di Singapura. Namun, kesempatan tersebut tidak diperoleh secara otomatis setelah menjadi GSA. Peserta masih harus mengikuti kompetisi bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Untuk yang ke Singapura, masih ada kompetisi lagi. Jadi, lolos sebagai Google Student Ambassador belum berarti langsung ke Singapura. Kami masih harus berkompetisi lagi dengan mahasiswa dari seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, melalui TribunX Youth Ambassador, Friska mengikuti program selama sekitar empat bulan. Dalam program tersebut, peserta ditantang membuat konten yang mengangkat berbagai isu sosial.

Berbagai kegiatan dalam kedua program tersebut menjadi pengalaman praktik bagi Friska sebagai mahasiswa Public Relations. Kemampuan menyusun pesan, mengenali karakter audiens, membuat konten, hingga membangun citra menjadi keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung.

Program tersebut juga memberikan sejumlah manfaat bagi peserta, di antaranya sertifikat, monthly allowance, seminar pengembangan diri, kesempatan membangun jejaring, serta pengembangan portofolio.

Bagi Friska, pengalaman menjadi ambassador memberikan kesempatan untuk menguji kemampuan yang selama ini dipelajari di bangku kuliah dalam lingkungan yang lebih luas. Ia juga dapat berinteraksi dan berjejaring dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Keikutsertaan Friska dalam dua program tersebut menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa UMB dalam memperluas pembelajaran melalui aktivitas dan program di luar kampus. Bagi mahasiswa Public Relations, pengalaman tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengasah kemampuan komunikasi secara langsung, menghasilkan karya digital, dan membangun portofolio sejak masih menempuh pendidikan.

Angle seri UMB-nya: bukan sekadar “mahasiswa menang lomba”, tetapi “apa yang mahasiswa pelajari dan praktikkan dari kesempatan tersebut.” Dengan begitu, setiap artikel prestasi bisa punya cerita berbeda meskipun tetap membawa pesan besar yang sama tentang pembelajaran di UMB.