JAKARTA – Kecintaan terhadap bahasa mengantarkan Andreas Michael, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Mercu Buana (UMB), meraih penghargaan Harapan 2 kategori Baca Puisi dalam Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) 2026.
Andreas mengikuti kompetisi tersebut setelah direkomendasikan UKM Teater Buana dan ditunjuk sebagai perwakilan UMB. Ketertarikannya pada dunia puisi telah tumbuh sejak SMP melalui berbagai perlombaan, seperti bercerita, membaca puisi, dan berpidato.
Dalam kompetisi tersebut, Andreas membawakan dua puisi karya WS Rendra, yakni Gerilya dan Sagu Ambon. Melalui kedua puisi itu, ia ingin menyampaikan pesan tentang perjuangan, kemanusiaan, perdamaian, dan kerukunan.
Untuk mempersiapkan penampilan, Andreas terlebih dahulu memahami makna puisi, mempelajari teknik pembacaan, kemudian mengembangkan interpretasi dan ekspresinya sendiri. Ia juga rutin berlatih di depan cermin untuk memantapkan penampilan.
Meski memiliki pengalaman mengikuti berbagai perlombaan, Andreas mengaku tetap gugup saat berhadapan dengan peserta dari perguruan tinggi lain. Namun, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus belajar dari peserta lainnya.
“Harapan 2 ini mengajarkan saya bahwa kita tidak akan selalu menjadi yang terbaik, dan pasti selalu ada langit di atas langit. Namun, bukan berarti kita tidak bisa menjadi yang terbaik,” ujar Andreas.
Baginya, prestasi tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi juga motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan. Ia merasakan peningkatan dalam keberanian tampil di depan umum, menerima masukan, dan berkomunikasi dengan orang lain.
Ke depan, Andreas berencana mengikuti lebih banyak kompetisi, khususnya baca puisi dan pidato. Ia juga berharap kampus terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui fasilitas latihan, komunitas seni, serta pendampingan yang memadai.
Ia berpesan kepada mahasiswa agar tidak ragu menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
“Kalian orang yang hebat, namun jika kalian tidak memperlihatkan pada dunia, maka kata hebat itu hanya akan menjadi mungkin daripada pernah atau pasti,” pesannya.
Kisah Andreas menunjukkan bahwa minat dan keberanian mengembangkan potensi dapat membuka kesempatan berprestasi, bahkan di luar bidang studi yang ditekuni.
Berita Terbaru Lainnya
Rabu, 4 November 2026
Rabu, 4 November 2026
Rabu, 4 November 2026
Rabu, 4 November 2026