JAKARTA – Limbah plastik tak sekadar didaur ulang, namun sukses disulap menjadi medium penyembuh batin. Inilah terobosan Nina Maftukha, dosen Desain Produk Universitas Mercu Buana (UMB), lewat karya bertajuk 'PolyHue'. Berwujud kursi (stool) dengan harmoni rona dan tekstur polimer yang memikat, karya ini mencuri perhatian publik di pameran M Bloc Design Week (MBDW) 26: DAUR RUPA.
Inspirasi PolyHue lahir dari keprihatinan di ruang rehabilitasi Unit Informasi Layanan Sosial (UILS) Meruya. Nina menemukan banyak pasien gangguan kejiwaan kesulitan mengekspresikan trauma secara verbal. Menjawab krisis ini, ia meracik konsep "Eko-Terapi". Melalui penelitian art therapy yang mendalam, Nina mengembangkan objek fungsional yang menggabungkan pengalaman visual dan sentuhan lewat permainan warna, tekstur, serta bentuk. Riset ini menemukan bahwa setiap individu merespons pola ketenangan yang berbeda, dan temuan pola psikologis itulah yang kemudian diimplementasikan secara presisi pada wujud fisik PolyHue.
"PolyHue melampaui batas fungsi, mengubah limbah fisik menjadi keanggunan visual yang menentramkan jiwa sekaligus menyembuhkan ekosistem," papar Nina.
Keberhasilan desain sirkular ini terbukti nyata. Pengunjung MBDW 26 tak sekadar memuji estetikanya, namun secara refleks merasakan relaksasi dan kenyamanan taktil saat menyentuh langsung karya tersebut.
Ke depan, riset interdisipliner ini akan dilanjutkan ke tahap uji efektivitas klinis bersama pakar psikologi. Melalui PolyHue, Nina membuktikan bahwa desain produk yang inovatif mampu merangkul ilmu lain untuk menyelesaikan krisis sosial.
"Proses menyembuhkan bumi melalui desain sirkular sejatinya berjalan beriringan dengan proses menyembuhkan jiwa manusia," pungkasnya.
Berita Terbaru Lainnya
Rabu, 4 November 2026
Rabu, 4 November 2026
Rabu, 4 November 2026
Rabu, 4 November 2026