JAKARTA – Limbah cangkang kerang hijau dapat dimanfaatkan menjadi furnitur bernilai estetika. Inovasi ini dikembangkan Junaidi Salam, dosen Program Studi Desain Produk, Fakultas Desain dan Seni Kreatif (FDSK) Universitas Mercu Buana (UMB), melalui karya bangku bernama RE.
Karya tersebut dipamerkan dalam M Bloc Design Week 2026 bertema DAUR RUPA di M Bloc Space, Jakarta, pada 23 Oktober hingga 1 November 2026.
Gagasan RE berawal dari pengamatan Junaidi terhadap melimpahnya limbah cangkang kerang hijau, khususnya di kawasan pesisir Jakarta Utara. Material yang selama ini kurang dimanfaatkan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan furnitur alternatif.
“Saya ingin mengeksplorasi potensinya sebagai material komposit alternatif yang memiliki nilai fungsi, estetika, dan keberlanjutan,” ujar Junaidi.
Dalam proses pembuatannya, cangkang kerang dibersihkan, dikeringkan, lalu dihancurkan menjadi serpihan. Material tersebut kemudian dicampur dengan bahan pengikat dan dicetak menjadi bagian dudukan bangku.
Hasilnya berupa material bertekstur menyerupai terrazzo yang dipadukan dengan rangka logam minimalis. Proses pengembangan RE dilakukan melalui sejumlah eksperimen untuk mendapatkan komposisi material yang kuat dan tidak mudah retak.
Melalui karya ini, Junaidi ingin menunjukkan bahwa limbah dapat diolah menjadi produk fungsional sekaligus memiliki nilai estetika. Pemanfaatan material lokal juga dinilai membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis desain berkelanjutan.
Selama pameran, RE menarik perhatian pengunjung yang tertarik pada pemanfaatan cangkang kerang sebagai material furnitur. Respons tersebut menjadi masukan bagi Junaidi untuk menyempurnakan pengembangan produknya.
Ia berharap inovasi ini dapat menginspirasi mahasiswa Desain Produk UMB untuk lebih berani mengeksplorasi material dan menjadikan persoalan lingkungan sebagai peluang berkarya.
“Proses desain tidak hanya berorientasi pada bentuk dan estetika, tetapi juga eksplorasi material, eksperimen, serta pemecahan masalah,” katanya.
Ke depan, Junaidi berharap pemanfaatan material lokal dan prinsip desain berkelanjutan semakin berkembang melalui kolaborasi akademisi, industri, dan masyarakat.
Berita Terbaru Lainnya
Rabu, 4 November 2026
Rabu, 4 November 2026
Rabu, 4 November 2026
Rabu, 4 November 2026