Penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, kepatuhan, dan pengawasan internal menjadi bagian penting dalam upaya mencegah terjadinya fraud di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Persoalan tersebut menjadi fokus kajian disertasi Alvin Surya Widiantara dalam sidang terbuka promosi doktor Program Studi Doktor Manajemen Universitas Mercu Buana (UMB), Kamis (24/9). Alvin mengkaji hubungan Enterprise Risk Management, Compliance Management System, dan Internal Audit terhadap Fraud Prevention pada BUMN, dengan melihat peran Transformational Leadership dan Digital Transformation sebagai variabel mediasi. “Pencegahan fraud membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. Manajemen risiko, kepatuhan, audit internal, kepemimpinan, dan transformasi digital tidak dapat dipandang sebagai elemen yang berdiri sendiri, tetapi perlu ditempatkan dalam kerangka tata kelola organisasi,” kata Alvin dalam sidangnya. Disertasi berjudul “Pengaruh Enterprise Risk Management, Compliance Management System dan Internal Audit terhadap Fraud Prevention pada Badan Usaha Milik Negara yang Dimediasi oleh Transformational Leadership dan Digital Transformation. ”Dalam sidang tersebut, Alvin dibimbing Prof. Dr. Setyo Riyanto, MM sebagai promotor, serta Dr. Sugeng Santoso, MT dan Dr. Yanto Ramli, MM sebagai ko-promotor. Sidang dipimpin Dr. Nurul Hidayah, M.Si., Ak. dengan penguji Prof. Dr. Suryono Efendi, SE., MBA., MM. sebagai penguji luar universitas dan Dudi Permana, Ph.D. sebagai penguji luar komisi. Hadir pula Prof. Rizki Briandana, M.Comm., Ph.D. sebagai perwakilan Guru Besar UMB dan Prof. Dr. Indra Siswanti, MM., CRP., CSRS. sebagai perwakilan program studi.