JAKARTA – Limbah plastik dapat diolah menjadi produk fungsional yang memiliki nilai estetika sekaligus manfaat bagi manusia. Gagasan ini diwujudkan Nina Maftukha, dosen Program Studi Desain Produk, Fakultas Desain dan Seni Kreatif (FDSK) Universitas Mercu Buana (UMB), melalui karya PolyHue.
PolyHue merupakan bangku (stool) yang dirancang sebagai media art therapy dengan memadukan warna, tekstur, dan bentuk geometris. Karya tersebut dipamerkan dalam M Bloc Design Week 2026 bertema DAUR RUPA di M Bloc Space, Jakarta, pada 23 Oktober hingga 1 November 2026.
Ide pengembangan PolyHue berawal dari diskusi Nina dengan tenaga psikolog di Unit Informasi Layanan Sosial (UILS) Meruya. Dari diskusi tersebut, ia melihat kebutuhan akan media alternatif untuk membantu individu mengekspresikan perasaan yang sulit disampaikan secara verbal.
Nina kemudian mengembangkan objek fungsional yang menggabungkan pengalaman visual dan sentuhan melalui permainan warna dan tekstur.
“PolyHue saya kembangkan sebagai medium terapi alternatif yang bertransformasi dari sekadar kertas menjadi elemen ruang,” ujar Nina.
Dalam pembuatannya, Nina memanfaatkan sisa material polimer atau limbah plastik yang diseleksi berdasarkan jenis dan warna. Material tersebut kemudian diproses melalui teknik kompresi hingga menghasilkan tekstur dan komposisi warna biru, putih, serta hijau.
Proses pengolahan menjadi tantangan tersendiri karena karakter limbah plastik tidak seragam. Diperlukan sejumlah eksperimen untuk menghasilkan pola, warna, dan tekstur sesuai konsep desain.
Melalui PolyHue, Nina ingin memperkenalkan konsep eko-terapi, yaitu pendekatan yang menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan pengalaman yang mendukung ketenangan manusia.
“Proses menyembuhkan bumi melalui desain sirkular sejatinya berjalan beriringan dengan proses menyembuhkan jiwa manusia,” katanya.
Karya tersebut mendapat respons dari pengunjung pameran. Selain mengapresiasi pemanfaatan limbah plastik, sejumlah pengunjung juga menyampaikan pengalaman positif ketika berinteraksi dengan permukaan material dan komposisi warna PolyHue.
Ke depan, Nina berencana mengembangkan penelitian ini melalui uji efektivitas dengan melibatkan praktisi psikologi klinis. Pengembangan bentuk dan eksplorasi warna juga akan menjadi bagian dari riset lanjutan.
Ia berharap PolyHue dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan desain yang tidak hanya mengutamakan estetika, tetapi juga menjawab persoalan sosial dan lingkungan.
“Jadikan karya Anda tidak sekadar sebagai instrumen estetika, tetapi sebagai medium yang mampu merangkul ilmu-ilmu lain untuk menyembuhkan diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan,” pesannya.
Melalui karya ini, UMB mendorong pengembangan desain produk yang mengintegrasikan kreativitas, inovasi material, kepedulian lingkungan, dan kebutuhan manusia.
Berita Terbaru Lainnya
Rabu, 4 November 2026
Rabu, 4 November 2026
Selasa, 27 Oktober 2026
Selasa, 27 Oktober 2026