CIREBON–MAJALENGKA — Memahami teknik sipil tidak cukup hanya melalui teori di ruang kelas. Mahasiswa juga perlu mengenal penerapan ilmu di lingkungan industri dan infrastruktur agar memiliki gambaran lebih utuh tentang tantangan dunia profesional. Semangat inilah yang melatarbelakangi kegiatan ekskursi mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana (UMB) pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Kegiatan ini mencakup kunjungan ke PT Guna Bangun Jaya (LEMKRA) di Cirebon dan Unit Pengelola Irigasi (UPI) Rentang di Majalengka. Di LEMKRA, agenda kunjungan dijadwalkan berlangsung pada pagi hari di Training Center perusahaan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan di UPI Rentang berupa kunjungan lapangan, observasi, pemaparan materi, dan diskusi.
Ketua Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana, Dr. Acep Hidayat, S.T., M.T., menekankan pentingnya pengalaman lapangan sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa.
“Ekskursi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan penerapannya di lapangan. Dengan mengenal langsung lingkungan industri dan pengelolaan infrastruktur, mahasiswa dapat memperluas wawasan serta memahami tantangan yang akan mereka hadapi dalam dunia kerja,”
Dalam kunjungan ke UPI Rentang, mahasiswa diperkenalkan pada pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai Cimanuk Cisanggarung. Materi paparan BBWS Cimanuk Cisanggarung menjelaskan bahwa pengelolaan sumber daya air mencakup perencanaan, pelaksanaan konstruksi, serta operasi dan pemeliharaan untuk mendukung konservasi, pendayagunaan air, dan pengendalian daya rusak air.
Salah satu fokus pembahasan adalah Daerah Irigasi Rentang yang memiliki luas baku 87.840 hektare. Sistem irigasi ini didukung dua intake utama, yaitu Sindupraja dengan luas layanan 51.295 hektare dan Cipelang dengan luas layanan 36.545 hektare. Pengelolaannya melibatkan berbagai aspek, mulai dari pengaturan debit dan pengoperasian pintu air hingga pemeliharaan saluran serta koordinasi dengan kelompok petani pemakai air.
Mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai modernisasi irigasi melalui penggunaan teknologi telemetri, telekontrol, dan CCTV untuk mendukung pemantauan kondisi jaringan dan pengoperasian pintu air. Paparan tersebut memperlihatkan bahwa keberlanjutan infrastruktur tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada sistem operasi, pemeliharaan, teknologi, dan sumber daya manusia yang mengelolanya.
Melalui kunjungan ke lingkungan industri dan pengelolaan irigasi, mahasiswa dapat mengenal cakupan bidang teknik sipil secara lebih luas. Infrastruktur tidak berhenti pada tahap perencanaan dan konstruksi, tetapi juga memerlukan pengelolaan berkelanjutan agar dapat berfungsi optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan ekskursi ini menjadi pelengkap pembelajaran akademik mahasiswa Teknik Sipil UMB. Dengan mengenal praktik di lapangan, mahasiswa diharapkan semakin memahami hubungan antara pengetahuan teknis, kebutuhan industri, dan pembangunan infrastruktur yang efektif serta berkelanjutan.
Berita Terbaru Lainnya
Selasa, 27 Oktober 2026
Selasa, 27 Oktober 2026
Senin, 26 Oktober 2026