JAKARTA – Limbah cair produksi tapioka yang berpotensi mencemari lingkungan diolah mahasiswa Universitas Mercu Buana (UMB) menjadi material untuk teknologi sel bahan bakar hidrogen. Inovasi bernama NADION (Nata de Cassava for Ion Separator) ini meraih medali emas kategori Environment Protection dan penghargaan Most Promising Business Potential Product Award dalam Indonesia Inventors Day 2026, bagian dari World Invention and Technology Expo (WINTEX), pada 2–6 Oktober 2026 di Smesco Convention Hall, Jakarta.
NADION merupakan membran biokomposit untuk pemisah ion (ion separator) yang dikembangkan dari limbah cair tapioka dan Sulfonated Graphene Oxide (SGO). Inovasi ini ditujukan untuk menjawab dua persoalan sekaligus, yakni pemanfaatan limbah industri dan kebutuhan material pendukung teknologi energi bersih yang lebih ekonomis.
Tim NADION terdiri atas Rio Aris Munandar sebagai ketua, bersama Stenlly Damar Surya Jati, Ridho Perkasa Bukit, Farizh Harsya Fadilah, dan Muhammad Thoriq Alwafi. Mereka dibimbing oleh Andarany Kartika Sari, S.T., M.Sc. dan Sagir Alva, S.Si., M.Sc., Ph.D.
Rio menjelaskan, gagasan NADION berangkat dari tingginya harga membran komersial dan potensi pencemaran akibat limbah cair tapioka yang memiliki kandungan organik tinggi. Melalui inovasi ini, tim berupaya mengubah limbah menjadi bahan baku bernilai tambah sekaligus mengembangkan alternatif material untuk aplikasi energi bersih.
Pengembangan NADION membutuhkan waktu tujuh bulan di laboratorium Teknik Mesin UMB. Prosesnya mencakup riset dasar, fabrikasi biokomposit, dan pengujian material. Tim juga menjalani latihan presentasi intensif, termasuk membuat video presentasi berbahasa Inggris setiap hari untuk mempersiapkan diri menghadapi penilaian internasional.
Perjalanan NADION menuju kompetisi internasional bermula dari Pekan Inovasi 2026 yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMB. Setelah meraih juara utama dan memperoleh fasilitas mengikuti Indonesia Inventors Day 2026, tim berhasil masuk 15 besar produk potensial untuk dikomersialkan hingga menjadi salah satu dari enam finalis kategori produk potensial bisnis.
Anggota tim melihat NADION memiliki peluang pengembangan karena memanfaatkan bahan baku yang relatif murah dan melimpah. Namun, performa teknis, daya tahan, biaya produksi, dan kelayakan penggunaan di industri masih perlu dibuktikan melalui pengujian lanjutan sebelum produk dapat dikomersialkan secara luas.
Ke depan, tim menargetkan peningkatan kualitas produk, persiapan pengajuan paten, dan pengujian lanjutan. Dua penghargaan internasional tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa UMB untuk mengembangkan hasil riset laboratorium menjadi inovasi yang berpotensi mengurangi masalah limbah sekaligus mendukung teknologi energi bersih.
Berita Terbaru Lainnya
Senin, 19 Oktober 2026
Senin, 19 Oktober 2026
Senin, 19 Oktober 2026
Senin, 19 Oktober 2026