Percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan inovasi produk. Ketersediaan layanan purna jual, jaringan bengkel, dan tenaga teknisi yang kompeten menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Hal itu disampaikan Executive Director of Operation PT RKM, Raymond Ch. Imanto, dalam kuliah umum bertajuk "From Energy Challenges to Energy Solutions: Mengembangkan Ide Inovatif untuk Ketahanan Energi Nasional" yang digelar UMB CAN (Career, Alumni, and Networking) Universitas Mercu Buana pada Kamis (25/6). Kegiatan yang dimoderatori Andarany Kartika Sari, Sekretaris Program Studi Teknik Mesin S1 Universitas Mercu Buana, tersebut menghadirkan praktisi industri untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai transisi energi dan peluang karier di sektor kendaraan listrik. Menurut Raymond, tantangan kendaraan listrik saat ini bukan lagi pada teknologinya, melainkan pada kemudahan layanan setelah pembelian. Indonesia memiliki sekitar 145 juta sepeda motor, tetapi populasi motor listrik baru sekitar 225 ribu unit atau masih di bawah satu persen dari total kendaraan roda dua. Meski demikian, perkembangan pasar menunjukkan tren positif. Dalam paparannya, Chief Marketing Officer ALVA, Putu Swaditya Yuda, menyebutkan penjualan motor listrik pada kuartal I 2026 mencapai sekitar 17.000 unit atau tumbuh 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berita Terbaru Lainnya
Selasa, 30 Juni 2026
Selasa, 30 Juni 2026
Selasa, 30 Juni 2026
Selasa, 23 Juni 2026