ID   EN

Berita

MENGHADIRKAN KAMPUS PEMBERI SOLUSI

   203    2 min

‘Bagai menara gading’ menjadi ungkapan yang sering melekat pada perguruan tinggi. Meskipun sejatinya perguruan tinggi telah berupaya untuk memberikan kontribusi nyata di tengah-tengah kehidupan masyarakat melalui konsep Tridharma Perguruan Tinggi.

Konsep yang dituangkan dalam UU No.12 Tahun 2012 itu bertujuan mendekatkan kampus pada masyarakat sekitarnya, melalui fungsi pendidikan, penelitian dan pengabdian. Tridharma Perguruan Tinggi diharapkan mampu mengisi dan memenuhi ruang-ruang kosong di lingkungan masyarakat.

“Universitas Mercu Buana terus mendorong peran optimal di masyarakat. Bukan semata sebagai pemenuhan tuntutan regulasi, tetapi sungguh-sungguh hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi,” tegas Rektor UMB, Prof. Dr. Ngadino Surip saat melantik 2.008 wisudawan program Diploma, Sarjana dan Pascasarjana di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/7).

Menghadirkan kampus di tengah masyarakat, lanjut Rektor bukan semata pengabdian saja. Kehadirian itu wujud implementasi keilmuan yang secara harfiah ilmu pengetahuan menjadi alat untuk memahami berbagai persoalan kehidupan. Demi tercapainya kesejahteraan dan kebermanfaatan manusia secara utuh.

Rektor menilai kebermanfaatan ilmu pengetahuan bukan sebatas pemberi solusi. Ilmu pengetahuan yang bermanfaat bermakna menghidupkan ilmu pengetahuan itu sendiri. Karena ilmu pengetahuan tiada manfaat, bagaikan pohon yang tiada berbuah.

“Kutipan para pemikir bahwa ilmu tiada manfaat bagai pohon tidak berbuah, memang benar adanya. Ilmu akan tumbuh dan berkembang, ketika ilmu itu berfaedah bagi kehidupan,” paparnya.

Tekad UMB untuk sungguh-sungguh hadir, menurut Prof. Ngadino Surip terwujud dalam berbagai upaya. Mulai dari meningkatkan akreditasi nasional menuju akreditasi internasional, mengirimkan mahasiswa dan mahasiswa dalam berbagai kegiatan pengabdian. Bahkan fasilitas dan area UMB pun digunakan dalam bagian pengabdian dan keterlibatan dengan masyarakat.

Global Competitive Index 2018 dapat menjadi bagian bukti keterlibatan kampus dalam jangka panjang. Hadirnya lulusan yang berkualitas telah menempatkan negara Indonesia pada ranking ke 45 sebagai negara yang memiliki daya kompetisi terbaik.

Indeks daya saing global bisa pula menurun pada waktu mendatang. Jika pendidikan tinggi tidak berjuang keras untuk terus meningkatkan kemampuannya. Apalagi era globalisasi ini membuka celah bagi tenaga kerja asing untuk bekerja di luar negara asalnya.

Atas semangat itulah ribuan wisudawan UMB yang dilantik pada prosesi Wisuda Sarjana XLVIII dan Wisuda Pascasarjana XXXV, patut diukur dari kemampuan lulusannya memberikan peran bagi lingkungan. Tidak semata mengukurnya pada keberhasilan menyelesaikan jenjang akademik semata.

“Saya berharap lulusan UMB dapat memberikan perannya bagi lingkungan. Bukan hanya menyandang gelar dan ilmu pengetahuan, tetapi juga berupaya memberikan karya-karya terbaiknya bagi masyarkat dan negara,” tegasnya. . (penulis: Hizkia Pahlawan / editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan Masyarakat / www.mercubuana.ac.id / email: [email protected] )



Next PostPrevious Post