ID   EN

Berita

KAMPUS UMB DIGUNCANG GEMPA HEBAT

   995    2 min

Suasana siang di kampus UMB, Jakarta saat itu mendadak ricuh. Ribuan mahasiswa dan dosen yang tengah menjalankan kegiatan di ruang-ruang kelas tiba-tiba dilanda kepanikan. Setelah gempa berskala 6,3 SR mengguncang lingkungan kampus. Sirine kebencanaan yang diprogram secara otomatis pun berbunyi sangat keras menyebar ke seluruh ruangan kampus.

Pohon, lampu, meja komputer dan kursi bergerak tanpa arah. Suara gemeretak pada kaca-kaca jendela pun terdengar menakutkan. Teriakan panik mahasiwa dan dosen berlomba keras dengan suara sirine kebencanaan.

Sejumlah petugas tanggap bencana yang telah bersiaga pun langsung mengambil peran. Mereka dengan sigap melakukan upaya evakuasi. Mengarahkan mahasiswa dan dosen untuk bergerak menuju lokasi kumpul. Para korban diajak untuk tetap menjaga bagian kepala dan leher bagian belakang. Satu persatu korban diarahkan bergerak melewati tangga-tangga darurat yang berada tepat disetiap sudut gedung.

Petugas berseragam orange menjadi penunjuk arah keselamatan. Mereka menggunakan helm dan bendera yang mudah terlihat. Terdapat pula petugas yang melakukan pengecekan ruang-ruang kelas dan perkantoran kampus. Tiada henti melakukan kordinasi dengan pusat penanggulangan bencana kampus.

“Lapor gedung A telah kosong dan seluruh korban telah bergerak ke lokasi kumpul,” kata Fauzi Nur Iman melalui alat komunikasi saat mendampingi evakuasi korban di kampus UMB, Jakarta, Jumat (12 Juli 2019).

Kesibukan juga tampak di sejumlah gedung lain. Arus evakuasi masih berlanjut. Dalam waktu singkat seluruh mahasiswa dan dosen yang berada di lingkungan kampus telah berkumpul pada titik yang ditetapkan. Para korban ini masih dalam status waspada dengan melindungi kepala dan tengkuk menggunakan tangan, ada pula sebagian yang melindungi dengan tas punggung.

Kepanikan ribuan mahasiswa dan dosen itu merupakan kegiatan simulasi tanggap bencana yang dilakukan selama dua hari di kampus UMB, Meruya, Jakarta. Kegiatan ini menjadi upaya dalam rangka menumbuhkan kesiapsiagaan kebencanaan bagi seluruh sivitas kampus.

“Simulasi kebencanaan ini merupakan bagian dari upaya kampus untuk mengedukasi mahasiswa dan dosen untuk memahami kondisi kebencanaan,” kata Direktur Sumber Daya UMB, Dr. Augustina Kurniasih usai melihat kegiatan simulasi.

Dia berharap kegiatan simulasi ini mampu menjadikan UMB sebagai lingkungan yang ramah dan tanggap terhadap bencana. Sekaligus mampu pula menularkan sikap kesiagaan bencana pada lingkungan sekitarnya. Sehingga dapat memahami dan mengambil peran, jika situasi kebencanaan benar-benar terjadi. (penulis: Hizkia Pahlawan / editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan Masyarakat / www.mercubuana.ac.id / email: [email protected] )



Previous Post