ID   EN
Universitas Mercu Buana

Berita

35 MAHASISWA ARSITEKTUR UMB BERGURU KE MALAYSIA DAN THAILAND

   484    1 min



Tiga puluh lima mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana telah melakukan field trip ke Malaysia dan Thailand. Keberangkatan para calon arsitek muda itu untuk menambah pengetahuan dan menggali wawasan baru di negara tetangga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari studi ekskursi para mahasiswa Arsitektur UMB. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa bisa mendapatkan pengetahuan baru tentang perkembangan Arsitektur di sejumlah negara di Asia Tenggara, tegas Wakil Dekan Bidang Inovasi dan Kemahasiswaan UMB, Danto Sukmajati ST, M.Sc, di Gedung E Universitas Mercu Buana, Jakarta,
Selasa (15/6/15)

Menurut Danto, kegiatan seperti ini memang diperlukan bagi mahasiswa. Agar menambah pengalaman para calon arsitek Indonesia terhadap berbagai perkembangan arsitektur di negara-negara tetangga.


Melalui pengalaman tersebut, lanjutnya bisa memperkaya gaya dan karakter arsitektur yang bakal digunakan. Sekaligus mengembangkan filosofi arsitekturnya. Sehingga karya ciptanya menjadi lebih bernilai.

Studi ekskursi Malaysia dan Thailand itu berlangsung selama enam hari. Mulai 20 sampai 25 Mei 2015 lalu, terang dosen Program Studi Arsitektur ini.

Selama kegiatan tersebut, para mahasiswa mengeksplorasi dan observasi di sejumlah tempat. Seperti di Malaysia
mengunjungi destinasi utama di George Town Penang dan Universiti Sains Malaysia.

Di kampus itu mahasiswa mengikuti Seminar Arsitektur dan Pariwisata bertemakan Tourism Malaysia. Sedangkan di Thailand kegiatan kunjungan diarahkan ke Hat Yai Thailand, paparnya.

Mahasiswa Arsitektur UMB, Ikbal Wahyu Prasojo menilai kegiatan studi ekskursi ke Malaysia dan Thailand sangat positif. Kegiatan tersebut tidak bisa dilupakan dan sangat bermanfaat di bidang akademik dan non akademik.

Melalui kegiatan itu, dia meyakini mahasiswa dapat mempertajam softskill di bidang arsitektur. Menambah pemahaman dan mengerti perkembangan arsitektur di negara lain. Sekaligus mengenal budaya masyarakat di negara yang berbeda.(Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan Masyarakat /www.mercubuana.ac.id/[email protected])



Next PostPrevious Post