JAKARTA, — Universitas Mercu Buana resmi menjalin kerja sama dengan PT Cadit Consultants Indonesia melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA), Rabu (25/2/2026), di Ruang Meeting E-106, Gedung E, kampus setempat. Penandatanganan ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi praktis dan efektif antara perguruan tinggi dan industri, khususnya dalam pengembangan kompetensi profesional mahasiswa.

Acara yang diselenggarakan Biro Kerja Sama UMB tersebut berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB dan dihadiri 15 peserta, terdiri atas tiga perwakilan PT Cadit Consultants Indonesia dan 12 perwakilan UMB. Hadir dalam kesempatan itu Direktur Utama PT Cadit Consultants Indonesia Chan Eng Guan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UMB Dr. Irmulansati Tomohardjo, SH., M.Si., Dekan Fakultas Teknik Dr. Zulfa Ikatrinasari, M.T., serta Kepala Biro Kerja Sama Anggi Almira Rahma, S.Ds., M.Ds.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UMB, Dr. Irmulansati Tomohardjo, menyatakan, kerja sama ini diarahkan untuk mendorong sinergi konkret antara sektor pendidikan tinggi dan dunia usaha.

“Melalui kerja sama antara Universitas Mercu Buana dan PT Cadit Consultants Indonesia, kami mendorong terwujudnya kolaborasi yang praktis dan efektif antara sektor publik dan swasta, khususnya dalam pengembangan profesional. Kerja sama ini diarahkan pada penerapan praktik terbaik serta pengembangan kurikulum yang aplikatif, sehingga mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dan kesiapan mereka dalam memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan lulusan dengan nilai tambah, kemampuan berinovasi, serta kesiapan berkontribusi secara nyata di dunia profesional.

Dari pihak industri, Chan Eng Guan menilai kemitraan dengan perguruan tinggi menjadi strategi penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Menurut dia, Indonesia saat ini merupakan salah satu pusat pengembangan SDM perusahaan, dengan mayoritas tim berusia muda dan terlibat aktif dalam proyek-proyek internasional.

“Penandatanganan kerja sama ini kami pandang sebagai langkah awal yang penting. Nota kesepahaman ini bukan sekadar dokumen formal, tetapi menjadi dasar untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas demi mendukung pengembangan mahasiswa dan kerja sama yang saling menguntungkan antara perguruan tinggi dan industri,” katanya.

Kepala Biro Kerja Sama UMB, Anggi Almira Rahma, memaparkan profil institusi melalui presentasi singkat yang mencakup metode pembelajaran, program akademik dan nonakademik, serta capaian mahasiswa dalam berbagai kompetisi. Ia juga menyoroti jejaring kerja sama internasional yang telah dijalankan, termasuk program pertukaran pelajar.

Menurut Anggi, dukungan terhadap pengembangan akademik dan nonakademik mahasiswa menjadi salah satu kekuatan UMB. Dengan pengalaman serta jejaring yang dimiliki, UMB dinilai siap mengimplementasikan kolaborasi secara berkelanjutan dan saling menguntungkan.

Dekan Fakultas Teknik UMB, Dr. Zulfa Ikatrinasari, menyampaikan dukungannya terhadap implementasi kerja sama, khususnya pada program pelatihan mahasiswa yang melibatkan PT Cadit Consultants Indonesia. Ia menilai keterlibatan industri secara langsung dalam proses pelatihan akan memperkuat kesiapan lulusan.

“Kerja sama ini dinilai mampu memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam transisi dari dunia akademik ke dunia profesional. Mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan dan menyelesaikan program kerja sama tersebut akan memiliki bekal kompetensi yang lebih baik, sehingga proses pengajuan kerja menjadi lebih mudah dan terarah,” ujarnya.

Penandatanganan MoA ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk membangun kemitraan yang tidak berhenti pada tataran administratif, melainkan berorientasi pada implementasi program, seperti pelatihan, pengembangan kurikulum berbasis praktik industri, serta peluang kolaborasi proyek. Melalui model kolaborasi ini, kampus dan industri diharapkan dapat menjawab kebutuhan pasar kerja secara lebih adaptif dan terstruktur.