Dalam rangka pengabdian pada masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana bekerjasama dengan Yayasan Tuna Rungu SEHJIRA dan Disdik DKI Jakarta menyelenggarakan Konser Anak Disabilitas Talkshow dan Transformasi Diri Bagi Anak Tuna Rungu dengan mengusung tema “Kesetaraan Akses Pendidikan Untuk Semua”, 18/7/12, diikuti oleh 80 siswa siswi SD dan SDLB Santi Rama, SDN 06 Meruya, SDLB Pangudi Luhur, SDN 01&02 Meruya Selatan Jakarta Barat. Kegiatan tersebut meliputi Pelatihan Transformasi Diri Bagi Anak-anak Tunarungu SDLB, bertempat di Atrium Universitas Mercu Buana.
Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Psikologi, Dr. A.A. Anwar Prabu M.Psi, yang melihat peserta, dari raut wajahnya sangat senang, dipaparkan juga dalam sambutannya “Secara potensi intelektual tidak kalah dengan anak-anak normal lainnya, punya potensi untuk mengembangkan bakat-bakat seperti kawan-kawanya yang normal”. Dijelaskan pula harapannya atas acara tersebut, “Agar adik-adik punya rasa kepercayaan diri dan gagasan diri yang baik, agar memiliki jati diri yang bagus. Adik-adik bisa berlari, belajar dan berfikir seperti anak-anak lainnya, yang paling penting mengintergrasikan diri kita kepada Tuhan”. Diakhir sambutannya beliau berpesan kepada semua peserta khususnya anak-anak yang mengalami disabilitas, “Tidak boleh minder dan harus yakin agar memiliki jati diri yang bagus, semoga adik-adik senang dan acara dapat berjalan lancar”.
Nisa (Ketua Panitia Acara) dalam sambutannya menyampaikan bahwa, “Anak-anak merupakan titipan Tuhan sehingga perlu dijaga dan dirawat dengan baik”. Diungkapkan juga bahwa, “Disekitar kita banyak manusia yang belum mendapatkan kesempatan untuk menggali potensi diri yang mereka miliki dan penyandang cacat termasuk di dalamnya. Kekurangan fisik yang mereka miliki, sering kali memberikan keterbatasan pada mereka untuk berperan dan berfungsi dalam masyarakat. Masyarakat melihat para penyandang cacat dengan sebelah mata. Padahal jika para penyandang cacat diberikan kesempatan untuk berperan, bukan tidak mungkin mereka akan menghasilkan sesuatu yang besar bagi masyarakat”. Besar harapannya dengan diselenggarakan kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru bagi masyarakat mengenai potensi yang dimiliki para penyandang disabilitas. Nisa juga berpesan “Keterbatasan fisik bukanlah suatu alasan bagi seseorang untuk tidak berkembang dan meraih cita-citanya”.
Disela-sela acara Dr. A.A. Anwar Prabu M.Psi menjelaskan Fakultas Psikologi UMB menyelenggarakan kegiatan ini guna memberikan pengalaman kepada anak-anak disabilitas, menimbulkan rasa percaya diri, gambaran diri, sehingga memiliki jati diri yang baik. Disabilitas diterima saja secara objective. Anak-anak disabilitas juga mampu berprestasi yang bagus seperti anak-anak yang normal baik dalam menuntut ilmu dan self konsep serta jati diri yang baik, bisa berprestasi layaknya orang normal.
Kesan yang dipaparkan oleh Reno Heriyono (Guru Pendamping dari SDN 02 Pagi, Meruya Utara, Jakarta Barat), “Anak-anak senang bisa berpartisipasi dalam kegiantan ini, dimana kegiatan-kegiatan seperti ini merupakan pengalaman baru bagi anak-anak yang selama ini hanya bergaul dengan anak-anak normal. Dengan adanya interaksi dalam kegiatan seperti ini dapat lebih menimbulkan rasa toleransi kepada anak-anak disabilitas. Semoga lebih banyak lagi kegiatan sosialisasi seperti ini agar para siswa secara riil lebih mengetahui secara langsung kondisi anak disabilitas yang selama ini hanya pelajaran secara teoritis saja ”. Hal serupa juga dipaparkan oleh Nuri (Guru Pendamping dari SDLB Pangudi Luhur), “Senang bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini, para siswa disabilitas bisa bergaul dan berinteraksi dengan siswa-siswi dari sekolah umum. Semoga nantinya para siswa disabilitas bisa melanjutkan pendidikan seperti siswa normal pada umumnya”
Acara diisi dengan perkenalan dan pembagian kelompok antara siswa tunarungu dan siswa non tunarungu. Kemudian dilanjutkan dengan game teka-teki, asah kata verbal dan isyarat, menggapai bintang dan asah bakat. Ibu Rachmita MH (Pendiri Yayasan Tunarungu Sehjira) menjelaskan games-games yang diberikan merupakan refleksi dari pengalaman beliau. Seperti games yel-yel kelompok tumbuhan terkandung pesan agar bisa melihat ekspresi para siswa dan melatih agar bisa bergotong royong. Games teka-teki verbal dan isyarat menggambarkan toleransi dan hidup bersosialisasi, dan menggapai bintang agar bisa menggapai impian dan cita-cita dengan tidak egois. Istiqomah, Nanda, Eci dan Vena siswi SDN 06 Pagi mengungkapkan senang dapat teman baru, bermain bersama dan bisa tampil bermain marawis.
Sesi Talkshow dan Konser Anak Disabilitas “Kesetaraan Akses Terhadap Pendidikan Bagi Siswa/I SLB Disabilitas”, bertempat di Auditorium UMB. Talkshow “Pendidikan Untuk Semua”, dibawakan oleh Sastra (mewakili Dinas Pendidikan Dasar Provinsi DKI Jakarta). Talkshow “Anak Berbakat” oleh Asep Supena (Wakil Dekan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Jakarta), sedangkan Talkshow “Perkembangan Anak” oleh Nunnie Widagdo (Dosen Psikologi Universitas Mercu Buana) dan Talkshow “Kemandirian Anak Tunarungu” oleh Rachmita M.H.
Nunnie Widagdo menjelaskan perkembangan psikoseksual, perkembangan sebagai suatu kontinum, peningkatan ukuran tubuh dari lahir sampai dewasa, faktor-faktor bawaan dan lingkungan, periode kanak-kanak akhir, perkembangan kognitif, teori perkembangan moral Piaget dan perkembangan psikososial. Sesi kedua ditutup dengan konser ekstrakulikuler sekolah siswa tunarungu dan non tunarungu. (Biro Sekretariat Universitas & Humas / humas@mercubuana.ac.id)
|