Mercu Buana University

Struktur Organisasi Universitas Mercu Buana

  • Written by admin
  • Category: Tentang UMB

Logo UMB

  • Written by Super User
  • Category: Tentang UMB

Dasar Pemikiran

Filosofi logo mengacu pada tekad dan komitmen para pendiri dan penerus Mercu Buana untuk memberikan dan menjadi yang terbaik.

Filosofi Nama

Penamaan Mercu Buana didasari oleh tekad dan komitmen para pendiri Universitas Mercu Buana untuk memberikan yang terbaik demi meningkatkan mutu pendidikan dan kecerdasan Bangsa Indonesia.

Penamaan Mercu Buana berasal dari kata mercu yang berarti 'menara' dan buana yang berarti 'bumi'. Menara melambangkan kekokohan dan pedoman, sedangkan buana melambangkan masyarakat. Secara simbolis, penamaan Mercu Buana melambangkan tekad untuk menjadi perguruan tinggi panutan yang membawa manfaat bagi bangsa Indonesia di dalam mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Filosofi Visual

Visual logo Mercu Buana disarikan dari nyala api yang terbagi menjadi tiga bagian. Ketiga bagian ini melambangkan Tridarma perguruan tinggi. Darma pendidikan dilambangkan dengan nyala api di tengah yang paling tinggi. Penunjangnya adalah dua nyala api yang mengapitnya yang melambangkan darma penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

  • Ketinggian api yang berbeda melambangkan visi yang dinamis, di samping arah tujuan yang jelas. Bentuk dasar logo UMB yang oval melambangkan ketajaman pemikiran UMB
  • Nyala api, menyiratkan tekad dan komitmen para pendiri dan penerus untuk memberikan dan menjadikan sivitas akademika Mercu Buana sebagai pemberi manfaat bagi lingkungan
  • Api biru yang tenang, menyiratkan tekad untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan beretika.

Filosofi Warna

Warna yang digunakan adalah biru tua, biru muda dan hijau, dengan makna :

  • Warna biru tua, melambangkan kematangan dan pelayanan
  • Warna biru muda, mencerminkan kecemerlangan, kualitas, dan masa depan
  • Warna hijau, melambangkan kebijaksanaan dan kemakmuran

Visi dan Misi

  • Written by Super User
  • Category: Tentang UMB

 Visi Universitas Mercu Buana

“Menjadi Universitas Unggul & Terkemuka di Indonesia untuk Menghasilkan Tenaga Profesional yang Memenuhi Kebutuhan Industri dan Masyarakat dalam Persaingan Global Pada tahun 2024”.

Misi Universitas Mercu Buana

  1. Menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dan mencapai keunggulan akademik untuk menghasilkan tenaga profesional dan lulusan yang memenuhi standar kualitas kerja yang disyaratkan.
  2. Menerapkan manajemen pendidikan tinggi yang efektif dan efisien, serta mengembangkan jaringan kerjasama dengan industri dan kemitraan yang berkelanjutan sebagai respon atas perubahan arus dan daya saing global.
  3. Mengembangkan kompetensi dan menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan dan etika profesional kepada para mahasiswa dan staf yang memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hidup.

Budaya Kerja Universitas Mercu Buana

  1. Jujur yaitu keselarasan antara perkataan dan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi dosen tidak melakukan plagiarisme serta bagi mahasiswa tidak mencontek saat ujian.
  2. Disiplin yaitu kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan ketetapan yang berlaku. Bagi dosen dan mahasiswa berupa tidak terlambat melaksanakan perkuliahan.
  3. Tanggungjawab berupa kesadaran dan kemauan untuk melakukan dan menanggung resiko dari pekerjaan. Bagi dosen melaksanakan tridharma terkait dengan kinerja dosen dan bagi mahasiswa mengumpulkan tugas tepat waktu.
  4. Kreatif yaitu keyakinan dan kemauan terus menerus untuk meningkatkan kinerja. Bagi dosen dan mahasiswa selalu berupaya menemukan cara baru.
  5. Kearifan lokal yaitu memasukkan budaya lokal di dalam menyelesaikan tugas, tanggungjawab, dan berkomunikasi. Bagi dosen dan mahasiswa berpakaian batik sesuai waktu ditentukan dan melakukan penelitian sesuai keunggulan lokalitas.
  6. Ramah Lingkungan yaitu kesadaran dan peran serta menjaga lingkungan, meningkatkan efisiensi dan efektifitas dari penggunaan energi. Bagi dosen dan mahasiswa berupa tertib membuang sampah, kampus hijau dan hemat listrik serta alat tulis kantor. 


Sejarah UMB

  • Written by Super User
  • Category: Tentang UMB

P

engusaha H. Probosutedjo yang mempunyai pengalaman sebagai guru di Perguruan Taman Siswa, Pematang Siantar, Sumatera Utar, pada tanggal 10 Nopember 1981 mendirikan Akademi Wiraswasta Dewantara (AWD), dan peresmiannya dilakukan oleh almarhum Bapak H. Adam Malik, Wakil Presiden RI saat itu. Dewantara diambil dari nama tokoh Pendidkan Nasional, yaitu Ki Hajar Dewantara.

Misi pendidikan akademi ini antara lain adalah mengembangkan model pendidikan untuk melahirkan pengusaha Pancasilais, dan kader-kader pembangunan yang mandiri serta mampu menciptakan kesempatan kerja.

Sebelum memiliki kampus sendiri, penyelenggaraan perkuliahan dilaksanakan di Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI) Jl. Gatot Soebroto. Tahun 1984 Yayasan Menara Bhakti berhasil membangun sebuah kampus yang diberi nama Kampus Menara Bhakti.

Pada tahun 1985, berbekal kemampuan dan pengalaman dalam menyelenggarakan pendidikan Akademi Wiraswasta Dewantara, timbul gagasan mendirikan lembaga pendidikan tingkat universitas. Dengan Surat Keputusan Ketua Yayasan Menara Bhakti Nomor : 04/SKEP/KET/VI/1985 tanggal 12 Juni 1985, dibentuk Panitia Pendirian Universitas, dengan Ketua Dr. Sri-Edi Swasono dan dibantu oleh H. Abdul Madjid, Drs. Iman Santosa Sukardi (almarhum), Drs. M. Enoch Markum, Ir. Suharyadi, M.S, Soekarno dan Prijo S. Parwoto (almarhum).

Setelah melalui persiapan pendirian dan studi kelayakan, dengan Nomor : 010/KET/YMB/VI/85 tanggal 12 Juni 1985, Yayasan mengajukan permohonan izin mendirikan Universitas Mercu Buana (UMB) kepada Kopertis Wilayah III.

Berdasarkan surat Nomor : 15/KOP.III/S.VI/85 yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Boesjra Zahir (almarhum), pada tanggal 18 Juni 1985, Kopertis Wilayah III menyetujui dan memberikan izin "Operasional" kepada Universitas Mercu Buana.

Pada tanggal 22 Oktober 1985 Universitas Mercu Buana secara resmi dinyatakan berdiri, dengan Fakultas dan Jurusan sebagai berikut:

  • Fakultas Tehnik, Jurusan Teknik Arsitektur dan Jurusan Teknik Sipil.
  • Fakultas Pertanian, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) dan Jurusan Budidaya Pertanian (Agronomi).
  • Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen dan Jurusan Akuntansi.

Jumlah mahsiswa pada tahun pertama tersebut sebanyak 118 orang. Satu tahun kemudian, berdasarkan hasil eveluasi Kopertis Wilayah III, keenam jurusan yang ada memperoleh Status "Terdaftar" dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Surat Keputusan Nomor: 0507/1986.

Dalam rangka memenuhi tuntutan perkambangan pendidikan di masyarakat, dengan izin "Operasional" dari Kopertis Wilayah III Nomor: 12/Kop.III/S.VI/86 tanggal 5 Juni 1986, pada tahun akademik 1986/1987 Fakultas Teknik membuka Jurusan Teknik Mesin dan Fakultas Pertanian membuka Jurusan Mekanisasi Pertanian.

Selanjutnya pada tahun akademik 1987/1988, fakultas Teknik membuka Jurusan Teknik Elektro. Memasuki tahun akademik 1988/1989 terjadi perkembangan baru di Universitas Mercu Buana. Berdasarakan usulan Ketua Yayasan Menara Bhakti dengan persetujuan Kopertis Wilayah III, Akademi Wiraswasta Dewantara dinyatakan bergabung kedalam Universitas Mercu Buana. Pendidikan akademi tersebut menjadi Program D3 Manajemen Perusahaan di bawah Fakultas Ekonomi dengan status "Terdaftar". Tahun 1989, Jurusan Teknik Mesin memperoleh Status "Terdaftar", berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 0382/06/1989 tanggal 21 Juni 1989, demikian juga untuk Jurusan Mekanisasi Pertanian, tanggal 6 agustus 1990 memperoleh Status "Terdaftar", dengan Surat Keputusan Mendikbud Nomor: 0495/08/1990.

Sambutan Rektor

  • Written by Super User
  • Category: Tentang UMB

SAMBUTAN REKTOR

UNTUK MENYAMBUT TAHUN 2017

Tema: KAUM INTELEKTUAL HARUS MENINGKATKAN HAK PATEN

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakaatuh,

Kualitas pengembangan bidang sumber daya manusia dapat dilihat dari banyak factor. Mulai dari jumlah peneliti pada lembaga penelitian, pengembangan kualitas para peneliti, jumlah artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal teknis, dan jumlah pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan sebagai persentase PDB. Indikator-indikator ini merupakan ukuran kualitas sumber daya manusia diantara negara-negara lain di dunia.

 

Indikator-indikator itu selalu dapat perhatian dengan cepat di negara-negara yang telah berhasil naik kelas dari negara berkembang menjadi negara maju. World Developmnet Indicator menunjukkan kinerja sumber daya manusia. Sebagai contoh Korea Selatan pada tahun-tahun menjelang kenaikan tingkat dari negara berpendapatan menengah ke negara berpendapatan tinggi (2000-2005) mengalami peningkatan. Jumlah peneliti dari 2.193 per satu juta penduduk (tahun 1987-1997) meningkat menjadi 3.760 per satu juta penduduk. Selain itu artikel jurnal (sains dan teknis) dari 4.619 (1997) menjadi 16.396 (2005) dan pengeluaran untuk riset (& PDB) pada tahun 1987-1997 sudah mencapai 2,82% dan pada tahun 2000-2005 mencapai 2,99%.

 

Saat ini Indonesia termasuk negara menengah dengan salah satu ciri utamanya adalah proporsi jumlah pekerja berkeahlian sedang (mid-skilled worker) mulai lebih besar dari pekerja berkeahlian rendah (low-skilled worker). Di dalam jangka panjang, untuk dapat naik dari kelompok negara berpendapatan menengah ke kelompok berpendapatan atas hanya dapat dilakukan dengan meningkatkan jumlah pekerja berkeahlian sedang menjadi pekerja berkeahlian tinggi, meningkatkan kegiatan riset dasar dan rekayasa teknis.

 

Dalam nilai ekspor berteknologi tinggi per PDB (World Development Indicator, Bank Dunia 2010), Indonesia pun masih tertinggal dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, bahkan dengan Filipina yang pendapatan per kapitanya lebih rendah. Pada 2010, nilai ekspor berteknologi tinggi Indonesia sebesar US$ 6.673 juta. Sedangkan Malaysia US$ 59.332 juta, Thailand US$ 34.156 juta, dan Filipina US$ 29.792 juta. Gambaran ini semakin menunjukkan bahwa produktivitas Indonesia dalam ekspor industri manufaktur yang membutuhkan buruh berkeahlian tinggi masih rendah.

 

Inilah salah satu faktor yang menyebabkan investor asing tidak melakukan kegiatan industri hulu seperti riset dan inovasi di Indonesia. Mereka lebih memilih Cina atau India yang memiliki sumber daya manusia mumpuni untuk riset dan inovasi. Penanaman modal asing (PMA) ke Indonesia masih seputar mencari pasar domestik dan suplai bahan mentah— bukan investasi karena alasan efisiensi produksi.

 

Pengeluaran untuk riset dan pengembangan yang masih rendah disebabkan rendahnya kegiatan riset dan pengembangan perusahaan asing di Indonesia, sedangkan di India sudah dilakukan. Fenomena ini juga terkait dengan rendahnya produktivitas riset di Indonesia. Proporsi pengeluaran untuk riset di Indonesia pada 2008 hanya sekitar 0,08%, terendah jika dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand.

 

Juga, bila dibandingkan dengan Korea Selatan Cina dan India. Jumlah peneliti bidang teknik dan rekayasa per satu juta penduduk yang dibutuhkan Indonesia lebih dari 230 ribu orang. Namun, yang ada saat ini masih satu per seribunya. Jumlah publikasi dalam jurnal ilmiah internasional juga terbilang rendah, yakni hanya 270 pada 2011. Bandingkan dengan Singapura (4.543 publikasi), Thailand (2.304), dan Malaysia (2.092). Bahkan, jumlah publikasi ilmiah Indonesia pada tahun tersebut masih lebih rendah dari Vietnam (432). Makin terlihat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Cina (89.894), Korea (25.593) dan India (22.481).

 

Jika indikator jumlah publikasi di jurnal ilmiah internasional, jumlah peneliti bidang teknik per 1.000 penduduk, dan alokasi pengeluaran untuk riset per PDB dipakai untuk mengukur kapasitas Indonesia menuju negara maju, dibutuhkan waktu yang sangat lama bagi negeri ini untuk bisa naik kelas dari pendapatan menengah ke pendapatan tinggi, oleh karena itu pemerintah mesti bekerja keras untuk meningkatkan pendidikan tinggi yang menghasilkan pekerja berkeahlian tinggi serta meningkatkan temuan seperti HAKI dan Paten.

 

Sebagai universitas yang terus berkembang, terus bertambah jumlah mahasiswa dan jumlah dosen serta penelitinya, maka Universitas Mercu Buana akan terus meningkatkan kualitas dan performa risetnya.

 

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi kita semua, Amin.

 

Wabillahi Taufiq Walhidayah

 

Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakaatuh.

 

 

Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, MM.

Rektor

 

Info Pendaftaran 085100633360

Kampus UMB

Kampus Meruya

  • Jl. Meruya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat
  • T : 021 5840 816 ( Hunting), ext: 2751
  • F : 021 5840 015

Kampus Menteng

  • Jl. Menteng Raya No.29, Jakarta Pusat
  • T : 021 3193 5454
  • F : 021 3193 4474

Kampus Cibubur

  • Jl. Keranggan No.6, Jatisampurna Bekasi
  • T : 021 8449 635

Fakultas

Diploma 3

  • . Fakultas Ekonomi dan Bisnis

     

     

    Profesi 

    • Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Strata 1

Strata 2

 

 

Top of Page