Mercu Buana University

MENSOS: PAHAMI SEJARAH BISA MELALUI OLAH RAGA

  • Written by admin
  • Category: Berita

Menteri Sosial, Idrus Marham mengajak generasi muda Indonesia dapat secara terus menerus memahami sejarah. Tidak hanya melihat sejarah sebagai penggalan kronologis sebuah peristiwa, tetapi juga pesan dan nilai yang terkandung dalam sejarah.

“Tidak hanya membaca dari buku sejarah, mengenali sejarah juga bisa dipahami dari kegiatan olah raga,” ujar Menteri Sosial, Idrus Marham saat melepas peserta Patriot Run 2018 di UMB, Jogjakarta, Minggu (14 Mei 2018).

Mengenali sejarah melalui olah raga, menurut dia bisa secara lebih mudah dipahami generasi muda. Karena secara langsung melihat dan merasakan suasana yang terjadi pada waktu lalu. Hal tersebut yang berbeda dari kegiatan Patriot Run 2018.

Dia menilai kegiatan Patriot Run 2018 bisa terus dilakukan pada tahun mendatang. Dengan memperluas rute dan lokasi bersejarah yang dilintasi para pelari. Sekaligus memberikan resume tentang peristiwa sejarah yang terjadi pada lintasan pelari tersebut.

“Patriot Run itu unik kegiatannya. Kombinasi berolahraga dan memahami sejarah dengan cara kekinian,” tuturnya.

Patriot Run 2018 diikuti 2.500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Tercatat pula sejumlah peserta dari berbagai negara luar. Serta terdapat pula peserta dari kelompok TNI, akademisi dan pelajar, termasuk pula masyarakat umum. (penulis: Johana/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

ILMUWAN UMB DAMPINGI KAWASAN PESISIR JAKARTA

  • Written by admin
  • Category: Berita

Kawasan pesisir dimana pun memang kerap terabaikan. Begitu pula yang terjadi pada kawasan pesisir Jakarta. Sebagai kota metropolitan Jakarta masih kesulitan melakukan penataan di kawasan pesisirnya.

“Tidak heran jika kawasan pesisir Jakarta pun menyimpan berbagai problematika yang perlu dicarikan jalan keluarnya,” ujar Dekan FIKOM UMB, Dr. Agustina Zubair disela penandatangan Nota Kerjasama Pengabdian pada Masyarakat di kelurahana Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (14 Mei 2018).

Problematika kawasan pesisir, lanjut Dekan FIKOM UMB ini memiliki keunikan tersendiri. Berbeda dengan persoalan yang terjadi pada wilayah jauh dari pesisir Jakarta. Sehingga perlu treatment dan pendekatan yang juga berbeda.

Kegiatan ini, lanjut dia merupakan wujud peran serta perguruan tinggi, khususnya bagi ilmuwan untuk menyelesaikan persoalan sekitarnya. Dalam upaya tersebut perlu dilakukan penandatangan kerjasama antara UMB dan Kelurahan Marunda.

“Berbekal MoU itulah akan terukur kegiatan yang dilakukan para ilmuwan UMB dan warga dan pemerintah setempat,” pungkasnya.

Adapun kerjasama yang dilakukan, antara lain bidang Komunikasi Lingkungan, Komunikasi Kesehatan dan pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Ketiga bidang tersebut menjadi fokus pada kerjasama saat ini.

“Kerjasama ini kan akan terus dievaluasi. Jika memang perlu perluasan program, maka dapat saja dilakukan,” imbuhnya.

Sekretaris Kecamatan, Ade Himawan menyampaikan kerjasama ini merupakan sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Melalui sinergi ini akan menghasilkan solusi yang lebih baik.

“Semoga dapat mensejahterkan masyarakat. Dan itulah yang menjadi tujuan dari kerjasama ini,” tutur Ade. (penulis: Amirullah Munawir/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

Perkuat Kualifikasi Lulusan, LSP UMB selenggarakan Pelatihan Asesor Kompetensi bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan.

  • Written by admin
  • Category: Berita

Sejak tahun 2015 Universitas Mercu Buana melalui Fakultas Ilmu Komunikasi sadar akan kebutuhan sertifikasi kompetensi bagi lulusannya, hal ini erat kaitannya dengan era Pasar Bebas dalam Masyarakat Ekonomi Asean. Sebagai bentuk konsistensi dalam menyediakan lulusan berkompeten, Fakultas Ilmu komunikasi Universitas Mercu Buana mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi tingkat 1, yang kemudian berkembang menjadi Lembaga Sertifikasi Profesii Pihak Pertama (LSP P1) UMB. Untuk mempersiapkan calon Asesor Kompetensi di berbagai bidang, LSP P1 UMB dengan Badan Nasional Setifikasi Profesi (BNSP) melakukan pelatihan Asesor Kompetensi di lingkungan Universitas Mercu Buana.

Disampaikan oleh Irmulan Sati. T (Ketua LSP P1 UMB) bahwa pelatihan Asesor Kompetensi dan Penyusunan Materi Uji Kompetensi (MUK) di lingkungan Universitas Mercu Buana diselenggarakan pada tanggal 2-9  Mei 2018, diikuti Dosen dan Tenaga Kependidikan UMB. Peserta pelatihan batch I itu terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan dari  Bidang Studi Broadcasting, Public Relations, Program Studi Teknik Industri, Akuntansi D3, Akuntansi S1, Tekhnik Sipil, Desain Interior dan Biro Humas UMB. Hadir dalam acara tersbut Anggota Dewan Pengarah LSP P1 UMB Dr. Agustina Zubair, M.Si, Master Asesor BNSP Bapak Bambang Purwono, S.Pd dan Bapak Wahjono, MSi.

Master Asesor, Bapak Bambang Purwono menyampaikan bahwa, “Saya mendorong Universitas melakukan uji kompetensi bagi setiap lulusannya. Hal ini mempermudah industri melakukan perekrutan karyawan, dengan sertifikasi, perusahaan tidak repot merekrut karyawan baru dan harus dilatih, apalagi banyak calon tenaga kerja muda yang tidak memiliki ketahanan kerja”. Pada kesempatan tersebut dijelaskan bahwa setiap mahasiswa yang lulus harus memiliki dua  sertifikat, yakni ijazah dan sertifikat kompetensi. Di ahir pelatihan (7/5/18), telah dinyatakan bahwa peserta dosen dan tenaga kependidikan telah Kompeten dan dinyatakan sebagai Asesor Kompetensi untuk ke 11 skema yang diujikan.

 

 

PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, KEKUATAN BANGSA HADAPI PERUBAHAN

  • Written by admin
  • Category: Berita

Perubahan zaman yang cepat dapat menghilangkan identitas suatu negara. Dalam beberapa waktu, hilangnya identitas negara itu akan diikuti hilangya bangsa secara nyata. Sehingga dalam tempo tertentu bangsa tersebut hilang dari peradaban manusia.

“Ancaman itu bukanlah isapan jempol. Fakta runtuhnya Uni Soviet sebagai sebuah negara adalah contohnya hilangnya bangsa,” ujar Dosen LEMHANNAS, Mayjen TNI Ahmad Muzakir saat memberikan materi dalam Seminar Hari Pendidikan Nasional di kampus UMB, Jakarta, Rabu (2 Mei 2018).

Runtuhnya suatu negara, lanjut dia tidak hanya dari persoalan kekuatan militer saja. Berbagai hal dapat menjadi penyebab runtuh dan hilangnya sebuah negara. Hal tersebut bisa pula mengancam diberbagai negara, termasuk Indonesia.

Menurutnya runtuhnya negara bisa disebabkan pula oleh gempuran kebudayaan asing. Ancaman tersebut kian terasa diera digital saat ini. Dimana segala informasi dan bentuk kebudayaan asing dengan mudah masuk tanpa filterisasi.

“Bahayanya sangat luas. Gempuran kebudayaan asing itu dapat menghilangkan identitas suatu bangsa, jika tidak ada upaya mempertahankan kebudayaan sendiri,” paparnya dihadapan peserta seminar bertema Memajukan Pendidikan, Menguatkan Kebudayaan Dalam Menghadapi Industri 4.0.

Mayjen TNI Ahmad Marzuki ini menegaskan gempuran kebudayaan tersebut bisa dihindari melalui penguatan terhadap kebudayaan negeri sendiri. Sekaligus menguatkan diri melalui kualitas pendidikan yang semakin baik.

Pendidikan dan kebudayaan, tambah dia merupakan kekuatan yang efektif mencegah gempuran kebudayaan asing. Melalui pendidikan dan kebudayaan yang ditanamkan pada generasinya, negara akan mampu melawan perubahan yang berdampak buruk bagi negaranya. (penulis: Amirullah/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id /  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  )

 

PENANDATANGANAN KERJA SAMA KOMPAS.ID DAN UMB

  • Written by admin
  • Category: Berita

 

 

 

Aplikasi berita Kompas.id merupakan aplikasi pengakses berita harian Kompas dalam bentuk digital yang diperkaya dengan konten premium multimedia. Dengan diluncurkannya aplikasi Kompas id dapat memudahkan pembaca untuk mengakses konten harian Kompas dengan melalui perangkat android yang dimiliki. Untuk menikmati layanan aplikasi Kompas.id ini pengguna diharuskan membayar ketentuan untuk mendapatkan layanan yang berbasis langganan tersebut.

Penandatanganan kerjasama telah dilakukan pada hari Rabu, 2 Mei 2018 di Universitas Mercu Buana. Kerjasama ini disepakati oleh pihak Kompas.id dengan Universitas Mercu Buana mengenai aplikasi Kompas.id yang dapat diakses di kampus UMB dengan wifi yang tersedia di kampus UMB.

Direktur Bisnis Kompas.id, Lukas Widjaja mengungkapkan dengan disepakatinya kerjasama ini, diharapkan seluruh instansi yang ada di Universitas Mercu Buana dapat memperkaya pengetahuan dengan mengakses berita yang bersumber dari Kompas.id.

Sementara itu Rektor Universitas Mercu Buana, Dr. Arissetyanto Nugroho, MM.,IPU  juga mengharapkan dengan terjalinnya kerjasama ini dapat memberi banyak manfaat dan kemudahan bagi seluruh instansi di Universitas Mercu Buana untuk mengakses aplikasi Kompas.id.

“Kerjasama ini dapat mempermudah seluruh instansi Universitas Mercu Buana untuk mendapatkan informasi dan berita terkini dengan cepat dan tepat secara gratis,” ujar Arissetyanto sebagai Rektor Universitas Mercu Buana.  (penulis: Afifah / editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id /  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  )

 

 

 

 

BANYAK PROFESI HILANG, TETAPI PEKERJAAN TETAP TERSEDIA

  • Written by admin
  • Category: Berita

Pengamat e – commerce Kementerian Komunikasi dan Informatika, Arif Kurniawan, S.Sos., M.Kom menegaskan era digital memang telah mengubah berbagai tatanan sosial yang ada. Dunia industry, perdagangan pun ikut menjadi korban dari era digital ini. Namun bukan berarti suatu persoalan yang luar biasa.

“Banyak profesi yang hilang di era digital, tetapi pekerjaan tetap tersedia banyak. Bahkan melahirkan pola bisnis baru,” ujar Arif Kurniawan saat menjadi pembicara dalam acara Campus Talk bertema “Perdagangan Era Digital: Dimana dan Bagaimana Indonesia Berkiprah?”di kampus UMB, Jakarta, Sabtu (21 April 2018).

Hilangnya profesi, menurut dia merupakan realitas yang tidak bisa dihindari. Tetapi prinsip pekerjaan yang berdekatan dengan profesi dasar masih tetap terbuka. Jika ada perubahan pada pola bisnisnya saja, bukan pada hal lainnya yang selama ini dikhawatirkan.

Pada sisi lain, dia meminta perlu ada kesiapan lebih matang dari semua pihak dengan era digital. Karena persaingan di era digital semakin sengit, perubahan dapat terjadi sangat cepat. Hingga tanpa disadari siapapun bahwa sudah ada perubahan besar.

“Kesiapan tersebut diawali dari kemampuan mengaksis informasi dan memahami informasi. Hindari mendapatkan informasi sesat atau palsu. Ini yang kerap menjadi persoalan pada era digital,” paparnya.

Dia memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai infrastruktur untuk meningkatkan daya sain di era digital. Kesiapan infrastruktur tersebut akan menjadi tidak bermanfaat jika SDM nya tidka juga ditingkat.

Pada level penyiapan SDM tersebut, dia menilai perguruan tinggi seperti UMB perlu mengambil peran optimal. Dimana seluruh mahasiswa harus mampu memiliki literasi digital memadai. Dengan demikian daya saing pun bisa dihadapi. (penulis: Priyo Wahyudi / editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

 

KEBIJAKAN GANJIL – GENAP PERLU DIKAJI DARI SISI PAJAK

  • Written by admin
  • Category: Berita

Pembatasan operasi kendaraan pribadi pada sejumlah ruas jalan sesuai nomor kendaraan, perlu mendapat kajian lebih mendalam. Terutama pada sisi kewajiban dan hak para wajib pajak kendaraan yang memang diatur dalam UU No.28 Tahun 2008 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Rektor UMB, Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, MM.,IPU menjelaskan pembatasan operasi kendaraan pribadi berdasarkan nomor ganjil – genap secara prinsip bertentangan dengan hak para wajib pajak. Karena bagi setiap wajib pajak yang telah membayarkan kewajiban pajaknya, dapat menggunakan seluruh fasilitas jalan di seluruh wilayah Indonesia.

“Namun nyatanya terdapat pembatasan beroperasi kendaraan berdasarkan nomor ganjil – genap. Itu berarti ada pertentangan antara regulasi pembatasaan kendaraan dengan hak wajib pajak,” kata Rektor UMB, Dr. Arissetyanto Nugroho saat menghadiri seminar Hari Konsumen Nasional di hotel Harris, Jakarta, Jumat (20 April 2018).

Menurutnya pembatasan tersebut sepatutnya dapat pula melihat dari sisi hak dari para wajib pajak. Bukan berarti kebijakan pembatasan kendaraan tersebut kurang tepat, hanya perlu penyesuaian dengan sejumlah hak penggunan kendaraan.

Dia menilai jika membandingkan pada tingkat regulasinya, tentu keputusan pembatasan masa operasi kendaraaan itu tidak dapat melampaui UU Perpajakan. Apalagi kebijakna pembatasan operasi kendaraan ganjil – genap itu dikeluarkan setingkat Peraturan Menteri.

“Saya menilai perlu ada pengurangan nilai wajib pajak atas pemberlakuan aturan tersebut. Ini sebuah gagasan yang perlu dikaji bersama,” tuturnya. (penulis: Priyo Wahyudi / editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

BPKN USULKAN KAJI ULANG KEBIJAKAN GANJIL - GENAP

  • Written by admin
  • Category: Berita

Pembatasan operasi kendaraan pribadi pada sejumlah ruas jalan sesuai nomor kendaraan, perlu mendapat kajian lebih mendalam. Terutama pada sisi kewajiban dan hak para wajib pajak kendaraan yang memang diatur dalam UU No.28 Tahun 2008 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Ir. Ardiansyah Parman menilai kebijakna ganjil – genap itu memang perlu pengkajian ulang dari sisi hak para wajib pajak. Karena memang ada hak wajib pajak yang dilanggar dari kebijakna tersbut.

“Saya rasa gagasan Rektor UMB tentang kebijakna ganjil genap itu perlu ditanggapi serius. BPKN menilai layak jadi kajian bersama,” ujar Kepala BPKN, Ir. Ardiansyah Parman saat menghadiri seminar Hari Konsumen Nasional di hotel Harris, Jakarta, Jumat (20 April 2018).

Dia menilai pembatasan operasi kendaraan pribadi berdasarkan nomor ganjil – genap secara prinsip bertentangan dengan hak para wajib pajak. Tidak patutlah wajib pajak sebagai konusmen itu dilanggar hak-hak nya.

Menurutnya kesadaran terhadap hak konsumen itulah yang menjadi bagian penting dari membangun hubungan setara antara produsen dan konsumen. Termasuk dalam kebijakan ganjil – genap yang diberlakukan saat ini.

“BPKN akan menilai lebih dalam apakah ada pelanggaran lebih serius dari kebijakan ganjil – genap ini. Dari sisi pajak dan hak konsumen sudah terlihat sedikit. Nanti didalami lebih lanjut,” imbuhnya dihadapan peserta seminar.  (penulis: Priyo Wahyudi / editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

 

Info Pendaftaran 085100633360

Kampus UMB

Kampus Meruya

  • Jl. Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat
  • T : 021 5840 816 ( Hunting), ext: 2751
  • F : 021 5840 015

Kampus Menteng

  • Jl. Menteng Raya No.29, Jakarta Pusat
  • T : 021 3193 5454
  • F : 021 3193 4474

Kampus Cibubur

  • Jl. Keranggan No.6, Jatisampurna Bekasi
  • T : 021 8449 635

Fakultas

Diploma 3

  • . Fakultas Ekonomi dan Bisnis

     

     

    Profesi 

    • Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Strata 1

Strata 2

 

 

Top of Page