Mercu Buana University

PEMERINTAH MINTA KAMPUS TERLIBAT CEGAH RADIKALISME

  • Written by admin
  • Category: Berita

Direktur Komunikasi Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Purwanto menegaskan kasus terorisme harus dipandang sebagai ancaman bersama. Semua elemen bangsa harus terlibat secara penuh terhadap aksi-aksi terorisme tersebut.

“Pemerintah tidak mampu bekerja sendiri. Berbagai elemen harus saling berupaya, terutama kalangan perguruan tinggi,” ujar Wawan Purwanto dalam acara Campus Talk di kampus UMB, Jakarta, kemarin.

Aksi terorisme, lanjut dia tidak boleh dilihat hanya pada sisi hilir saja. Yakni munculnya tindak terorisme, seperti meletusnya bom, penyerangan aparatur keamanan sampai pada pengurusakan sarana publik. Aksi terorisme juga harus dilihat pada sisi hulunya, yakni rekrutmen, penggalangan dana, penyusupan ideologi terlarang dan sebagainya.

Dalam kondisi itulah, menurut dia berbagai pihak harus terlibat secara aktif mencegah berbagai pola radikalisme, yang kemudian mengarah pada terorisme. Kalangan perguruan tinggi perlu terlibat secara aktif mencegah radikalisme itu dikalangan mahasiswa.

“Kegiatan yang dilakukan UMB saat ini sudah tepat. Membangun kesadaran mahasiswa terhadap gerakan-gerakan radikalisme,” tuturnya dalam Campus Talk bertema Peringatan 110 Th Harkitnas: Ayo Lawan Radikalisme.

Sementara itu, Rektor UMB, Dr. Arissetyanto Nugroho, MM menambahkan perguruan tinggi memang perlu terlibat secara optimal. Dengan memberikan berbagai pengetahuan tentang bahaya gerakan radikalisme dan organisasi yang berafiliasi pada kelompok teroris.

Pengetahuan tersebut, menurut dia dapat diberikan melalui kegiatan seminar, diskusi dan pembekalan bela negara. Sekaligus mengontrol lebih dalam terhadap kegiatan internal kampus, agar terhindar dari penyusupan gerakan radikalisme. (penulis: Citra Sentosa/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

PATRIOT RUN 2018: MOMENTUM MEMPERKUAT NASIONALISME

  • Written by admin
  • Category: Berita

Menumbuhkan nasionalisme tidak cukup melalui pendekatan akademis semata. Nasionalisme juga dapat tumbuh melalui kegiatan-kegiatan fisik yang mendekatkan pada tema-tema kesejarahan, seperti Patriot Run 2018 yang mengkombinasikan olah raga lari dan pesan sejarah.

Penggagas Patriot Run 2018, Dr. Arissetyatno Nugroho, MM.,IPU menegaskan Patriot Run 2018 memang dirancang sedemikian rupa untuk tujuan lebih besar, yakni menumbuhkan generasi sehat jasmani juga memiliki semangat nasionalisme yang kuat melalui olah raga berdampak pada meningkatnya patriotisme. Maka dari itu kegiatan Patriot Run memberikan tantangan bagi generasi muda Indonesia untuk berlari dengan jarak tempuh 11 kilometer yang melintasi sejumlah lokasi bersejarah.

“Dari data panitia, tercatat 2.500 pelari sudah mendaftar dan siap mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, termasuk pula sejumlah pelari luar negeri,” ujar Dr. Arissetyanto Nugroho,  MM.,IPU disela persiapan Patriot Run 2018 di Jogjakarta, Sabtu (12 Mei 2018).

Terkait pesan sejarahnya, Arissetyanto menjelaskan rute yang dilintasi para pelari Patriot Run 2018 ini merupakan rute perjuangan pada pasca kemerdekaan, khususnya mengenang peristiwa pembantaian massal yang dilakukan pasukan Belanda kepada warga desa Kemusuk pada agresi militer kedua, tahun 1949. Lokasi penembakan massal itu menjadi salah satu area lintas para pelari Patriot Run 2018.

Pembunuhan massal yang dilakukan tentara Belanda sebagai respon atas kalah pamornya Belanda dengan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 dan mengakibatkan lebih dari 202 warga desa Kemusuk, Kab. Bantul wafat dengan cara yang tidak manusiawi.

Untuk diketahui pula sepanjang bulan Mei terdapat peristiwa sejarah nasional penting. Pertama pada 1 Mei yang dikenal sebagai Hari Kembali Irian Barat Kepangkuan Ibu Pertiwi, kedua pada 2 Mei yang dikenal Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yakni peringatan mengenang kegigihan Ki Hajar Dewantara dalam upaya meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia melalui pendidikan, ketiga pada 17 Mei dikenal sebagai Hari Buku Nasional dan keempat pada 20 Mei dikenal sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

“Selain berolah raga dan mengenang kembali peristiwa tragis di Desa Kemusuk, Bantul, juga terdapat aksi sumbang buku senilai Rp. 100 juta dari Balai Pustaka. Sumbangan buku tersebut diserahkan ke pengelola Museum Memorial Jend. Besar Soeharto,” imbuhnya. (penulis: Johana/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

 

 

SRI SULTAN MELEPAS 2.500 PELARI PATRIOT RUN

  • Written by admin
  • Category: Berita

Patriot Run 2018 berlangsung meriah. Ribuan pelari dari berbagai daerah itu berduyun-duyun melaju meninggalkan titik start. Mereka akan berlari sejauh 6 kilometer dan 11 kilometer.

“Ini tidak hanya berlari, tetapi juga mengenal kembali nilai sejarah. Selamat bertanding,” ujar Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubowono X saat melepas ribuan pelari Patriot Run 2018 di kampus UMB, Jogjakarta, Minggu (13 Mei 2018).

Melalui olah raga ini, Sri Sultan berharap generasi muda Indonesia bisa memiliki tubuh yang sehat, juga memiliki pemahaman sejarah yang memadai. Hingga mampu mengenali persoalan dan identitas diri secara lebih mendalam.

Tidak hanya itu, Gubernur DIY mengajak pula generasi muda Indonesia dapat menjaga semua asset bersejarah bangsa. Karena dengan demikian menjaga pula identitas diri sebagai sebuah bangsa.

“Mengenali sejarah dan memahami sangat penting. Begitu pula menjaga asset bersejarah,” pungkasnya.

Patriot Run 2018 diikuti 2.500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Tercatat pula sejumlah peserta dari berbagai negara luar. Serta terdapat pula peserta dari kelompok TNI, akademisi dan pelajar, termasuk pula masyarakat umum. (penulis: Johana/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

 

MENSOS: PAHAMI SEJARAH BISA MELALUI OLAH RAGA

  • Written by admin
  • Category: Berita

Menteri Sosial, Idrus Marham mengajak generasi muda Indonesia dapat secara terus menerus memahami sejarah. Tidak hanya melihat sejarah sebagai penggalan kronologis sebuah peristiwa, tetapi juga pesan dan nilai yang terkandung dalam sejarah.

“Tidak hanya membaca dari buku sejarah, mengenali sejarah juga bisa dipahami dari kegiatan olah raga,” ujar Menteri Sosial, Idrus Marham saat melepas peserta Patriot Run 2018 di UMB, Jogjakarta, Minggu (14 Mei 2018).

Mengenali sejarah melalui olah raga, menurut dia bisa secara lebih mudah dipahami generasi muda. Karena secara langsung melihat dan merasakan suasana yang terjadi pada waktu lalu. Hal tersebut yang berbeda dari kegiatan Patriot Run 2018.

Dia menilai kegiatan Patriot Run 2018 bisa terus dilakukan pada tahun mendatang. Dengan memperluas rute dan lokasi bersejarah yang dilintasi para pelari. Sekaligus memberikan resume tentang peristiwa sejarah yang terjadi pada lintasan pelari tersebut.

“Patriot Run itu unik kegiatannya. Kombinasi berolahraga dan memahami sejarah dengan cara kekinian,” tuturnya.

Patriot Run 2018 diikuti 2.500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Tercatat pula sejumlah peserta dari berbagai negara luar. Serta terdapat pula peserta dari kelompok TNI, akademisi dan pelajar, termasuk pula masyarakat umum. (penulis: Johana/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

ILMUWAN UMB DAMPINGI KAWASAN PESISIR JAKARTA

  • Written by admin
  • Category: Berita

Kawasan pesisir dimana pun memang kerap terabaikan. Begitu pula yang terjadi pada kawasan pesisir Jakarta. Sebagai kota metropolitan Jakarta masih kesulitan melakukan penataan di kawasan pesisirnya.

“Tidak heran jika kawasan pesisir Jakarta pun menyimpan berbagai problematika yang perlu dicarikan jalan keluarnya,” ujar Dekan FIKOM UMB, Dr. Agustina Zubair disela penandatangan Nota Kerjasama Pengabdian pada Masyarakat di kelurahana Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (14 Mei 2018).

Problematika kawasan pesisir, lanjut Dekan FIKOM UMB ini memiliki keunikan tersendiri. Berbeda dengan persoalan yang terjadi pada wilayah jauh dari pesisir Jakarta. Sehingga perlu treatment dan pendekatan yang juga berbeda.

Kegiatan ini, lanjut dia merupakan wujud peran serta perguruan tinggi, khususnya bagi ilmuwan untuk menyelesaikan persoalan sekitarnya. Dalam upaya tersebut perlu dilakukan penandatangan kerjasama antara UMB dan Kelurahan Marunda.

“Berbekal MoU itulah akan terukur kegiatan yang dilakukan para ilmuwan UMB dan warga dan pemerintah setempat,” pungkasnya.

Adapun kerjasama yang dilakukan, antara lain bidang Komunikasi Lingkungan, Komunikasi Kesehatan dan pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Ketiga bidang tersebut menjadi fokus pada kerjasama saat ini.

“Kerjasama ini kan akan terus dievaluasi. Jika memang perlu perluasan program, maka dapat saja dilakukan,” imbuhnya.

Sekretaris Kecamatan, Ade Himawan menyampaikan kerjasama ini merupakan sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Melalui sinergi ini akan menghasilkan solusi yang lebih baik.

“Semoga dapat mensejahterkan masyarakat. Dan itulah yang menjadi tujuan dari kerjasama ini,” tutur Ade. (penulis: Amirullah Munawir/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

Perkuat Kualifikasi Lulusan, LSP UMB selenggarakan Pelatihan Asesor Kompetensi bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan.

  • Written by admin
  • Category: Berita

Sejak tahun 2015 Universitas Mercu Buana melalui Fakultas Ilmu Komunikasi sadar akan kebutuhan sertifikasi kompetensi bagi lulusannya, hal ini erat kaitannya dengan era Pasar Bebas dalam Masyarakat Ekonomi Asean. Sebagai bentuk konsistensi dalam menyediakan lulusan berkompeten, Fakultas Ilmu komunikasi Universitas Mercu Buana mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi tingkat 1, yang kemudian berkembang menjadi Lembaga Sertifikasi Profesii Pihak Pertama (LSP P1) UMB. Untuk mempersiapkan calon Asesor Kompetensi di berbagai bidang, LSP P1 UMB dengan Badan Nasional Setifikasi Profesi (BNSP) melakukan pelatihan Asesor Kompetensi di lingkungan Universitas Mercu Buana.

Disampaikan oleh Irmulan Sati. T (Ketua LSP P1 UMB) bahwa pelatihan Asesor Kompetensi dan Penyusunan Materi Uji Kompetensi (MUK) di lingkungan Universitas Mercu Buana diselenggarakan pada tanggal 2-9  Mei 2018, diikuti Dosen dan Tenaga Kependidikan UMB. Peserta pelatihan batch I itu terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan dari  Bidang Studi Broadcasting, Public Relations, Program Studi Teknik Industri, Akuntansi D3, Akuntansi S1, Tekhnik Sipil, Desain Interior dan Biro Humas UMB. Hadir dalam acara tersbut Anggota Dewan Pengarah LSP P1 UMB Dr. Agustina Zubair, M.Si, Master Asesor BNSP Bapak Bambang Purwono, S.Pd dan Bapak Wahjono, MSi.

Master Asesor, Bapak Bambang Purwono menyampaikan bahwa, “Saya mendorong Universitas melakukan uji kompetensi bagi setiap lulusannya. Hal ini mempermudah industri melakukan perekrutan karyawan, dengan sertifikasi, perusahaan tidak repot merekrut karyawan baru dan harus dilatih, apalagi banyak calon tenaga kerja muda yang tidak memiliki ketahanan kerja”. Pada kesempatan tersebut dijelaskan bahwa setiap mahasiswa yang lulus harus memiliki dua  sertifikat, yakni ijazah dan sertifikat kompetensi. Di ahir pelatihan (7/5/18), telah dinyatakan bahwa peserta dosen dan tenaga kependidikan telah Kompeten dan dinyatakan sebagai Asesor Kompetensi untuk ke 11 skema yang diujikan.

 

 

PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, KEKUATAN BANGSA HADAPI PERUBAHAN

  • Written by admin
  • Category: Berita

Perubahan zaman yang cepat dapat menghilangkan identitas suatu negara. Dalam beberapa waktu, hilangnya identitas negara itu akan diikuti hilangya bangsa secara nyata. Sehingga dalam tempo tertentu bangsa tersebut hilang dari peradaban manusia.

“Ancaman itu bukanlah isapan jempol. Fakta runtuhnya Uni Soviet sebagai sebuah negara adalah contohnya hilangnya bangsa,” ujar Dosen LEMHANNAS, Mayjen TNI Ahmad Muzakir saat memberikan materi dalam Seminar Hari Pendidikan Nasional di kampus UMB, Jakarta, Rabu (2 Mei 2018).

Runtuhnya suatu negara, lanjut dia tidak hanya dari persoalan kekuatan militer saja. Berbagai hal dapat menjadi penyebab runtuh dan hilangnya sebuah negara. Hal tersebut bisa pula mengancam diberbagai negara, termasuk Indonesia.

Menurutnya runtuhnya negara bisa disebabkan pula oleh gempuran kebudayaan asing. Ancaman tersebut kian terasa diera digital saat ini. Dimana segala informasi dan bentuk kebudayaan asing dengan mudah masuk tanpa filterisasi.

“Bahayanya sangat luas. Gempuran kebudayaan asing itu dapat menghilangkan identitas suatu bangsa, jika tidak ada upaya mempertahankan kebudayaan sendiri,” paparnya dihadapan peserta seminar bertema Memajukan Pendidikan, Menguatkan Kebudayaan Dalam Menghadapi Industri 4.0.

Mayjen TNI Ahmad Marzuki ini menegaskan gempuran kebudayaan tersebut bisa dihindari melalui penguatan terhadap kebudayaan negeri sendiri. Sekaligus menguatkan diri melalui kualitas pendidikan yang semakin baik.

Pendidikan dan kebudayaan, tambah dia merupakan kekuatan yang efektif mencegah gempuran kebudayaan asing. Melalui pendidikan dan kebudayaan yang ditanamkan pada generasinya, negara akan mampu melawan perubahan yang berdampak buruk bagi negaranya. (penulis: Amirullah/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id /  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  )

 

PENANDATANGANAN KERJA SAMA KOMPAS.ID DAN UMB

  • Written by admin
  • Category: Berita

 

 

 

Aplikasi berita Kompas.id merupakan aplikasi pengakses berita harian Kompas dalam bentuk digital yang diperkaya dengan konten premium multimedia. Dengan diluncurkannya aplikasi Kompas id dapat memudahkan pembaca untuk mengakses konten harian Kompas dengan melalui perangkat android yang dimiliki. Untuk menikmati layanan aplikasi Kompas.id ini pengguna diharuskan membayar ketentuan untuk mendapatkan layanan yang berbasis langganan tersebut.

Penandatanganan kerjasama telah dilakukan pada hari Rabu, 2 Mei 2018 di Universitas Mercu Buana. Kerjasama ini disepakati oleh pihak Kompas.id dengan Universitas Mercu Buana mengenai aplikasi Kompas.id yang dapat diakses di kampus UMB dengan wifi yang tersedia di kampus UMB.

Direktur Bisnis Kompas.id, Lukas Widjaja mengungkapkan dengan disepakatinya kerjasama ini, diharapkan seluruh instansi yang ada di Universitas Mercu Buana dapat memperkaya pengetahuan dengan mengakses berita yang bersumber dari Kompas.id.

Sementara itu Rektor Universitas Mercu Buana, Dr. Arissetyanto Nugroho, MM.,IPU  juga mengharapkan dengan terjalinnya kerjasama ini dapat memberi banyak manfaat dan kemudahan bagi seluruh instansi di Universitas Mercu Buana untuk mengakses aplikasi Kompas.id.

“Kerjasama ini dapat mempermudah seluruh instansi Universitas Mercu Buana untuk mendapatkan informasi dan berita terkini dengan cepat dan tepat secara gratis,” ujar Arissetyanto sebagai Rektor Universitas Mercu Buana.  (penulis: Afifah / editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id /  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  )

 

 

 

 

Info Pendaftaran 085100633360

Kampus UMB

Kampus Meruya

  • Jl. Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat
  • T : 021 5840 816 ( Hunting), ext: 2751
  • F : 021 5840 015

Kampus Menteng

  • Jl. Menteng Raya No.29, Jakarta Pusat
  • T : 021 3193 5454
  • F : 021 3193 4474

Kampus Cibubur

  • Jl. Keranggan No.6, Jatisampurna Bekasi
  • T : 021 8449 635

Fakultas

Diploma 3

  • . Fakultas Ekonomi dan Bisnis

     

     

    Profesi 

    • Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Strata 1

Strata 2

 

 

Top of Page