Berita
Mercu Buana University

UMB SIAPKAN 40 BEASISWA MELALUI OSC

  • Written by admin
  • Category: Berita

Olimpiade Scholarship Competition (OSC) tahun 2018 kian menarik peminat calon mahasiswa. Panitia OSC menyebut jumlah peserta yang mengikuti seleksi OSC telah menembus angka 15 ribu orang. Seluruh peserta memperebutkan kesempatan kuliah pada sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia, diantaranya Universitas Mercu Buana.

“Pada tahun ini UMB menyediakan 40 kursi beasiswa melalui jalur OSC. Maka silahkan peserta untuk berjuang mendapatkannya,” kata Rektor UMB, Dr. Arissetyanto Nugroho, MM, IPU disela penandatangan kerjasama UMB dan Medcom.id di kantor Metro Group, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018.

Seleksi OSC, lanjut dia merupakan bagian dari wujud Universitas Mercu Buana mendukugn pemerataan pendidikan. Karena penjaringan calon mahasiswa berkualitas ini berasal dari 30 daerah di Indonesia. Sehingga lebih luas jangkauan kesempatannya.

Bagi calon mahasiswa yang lulusa, sambung Rektor UMB mendapatkan kesempatan berkuliah 4 tahun penuh beasiswa dari UMB. Kesempatan ini berlaku untuk semua fakultas yang ada di kampus UMB. Maka wajiblah calon mahasiswa ini memanfaatkannya.

“UMB adalah kampus terakreditasi unggul yang memiliki segudang prestasi. Maka sangat pantas bagi generasi Indonesia untuk bergabung,” ungkapnya.

Adapun seleksi OSC berlangsung tiga tahap. Pada tahap awal seleksi dilakukan secara online. Selanjutnay dilakuan selesi secara off line yang dilakukan secara bersama. Dari jumlah itu akan tersaring calon mahasiswa yang lolos dan menerima beasiswa. Selamat berkompetisi. (penulis: Amirullah Munawir/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

ASAH MENTAL WIRAUSAHA MELALUI ENTREPRENEURSHIP BOOTCAMP

  • Written by admin
  • Category: Berita

Sebanyak 40 calon wirausahawan muda diberikan kesempatan menarik untuk menggali dan mengasah kemampuan bisnisnya melalui kegiatan Enterpreneurship Bootcamp 2018. Kegiatan yang menghadikan praktisi bisnis dan sejumlah pakar ini dijamin memberikan manfaat luar biasa.

“Mahasiswa yang menjadi peserta adalah para penerima hibah Program Kreatifitas Mahasiswa, Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia, pemenang lomba karya inovasi dan para mahasiswa yang memiliki keinginan menjadi pengusaha setelah lulus nanti,” ujar Kepala Inkubator Binsis UMB, Agus Ismail, M.Eng disela kegiatan di kampus UMB, Jumat (27 Juli 2018).

Lebih lanjut dia menegaskan Entrepeneur Boothcamp mengusung tema “Learn how to start your own successful business”. Kegiatna ini bertujuan mempersiapkan para calon pengusaha pemula (start up) yang lahir dari kampus. Di masa depan, diharapkan para peserta akan menjadi cikal bakal the next Gojek atau the next Bukalapak.

Agus Ismail menambahkan era modern ini, bootcamp merupakan kegiatan yang umum dilakukan di pusat entrepreneur di berbagai belahan dunia seperti di Silicon Valley USA atau Digital Valley di Hangzhou, Tiongkok. Bootcamp merupakan ekosistem penting dalam peniciptaan pengusaha start up. Karena pada bootcamp ide bisnis atau produk inovasi divalidasi kelayakan bisnisnya. Sehingga setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta memiliki bekal untuk melangkah ke tahap selanjutnya.

Selama 3 hari, para peserta akan dibimbing oleh para pengusaha muda start up di berbagai bidang seperti Nur Khairusy (CEO eFunding), Wahyu Rismawan (CEO Yawme), Irvan Hermala (CEO GriyaDanaku) dan M. Senoyodha (CEO Astrajingga). Para pembicara akan memberikan workshop dengan berbagai tema seperti Design Thinking, Lean Startup, Business Plan Writing, dan Pitch Deck Session. Selain workshop, keigatan ini juga ada sharing session dengan mahasiswa UMB yang sedang studi di Beijing Institute of Technology, menonton dan diskusi serial Silicon Valley dan kegiatan outdoor. (penulis: Citra Sentosa/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

SIMPEL, LENGKAP DAN PENUH GAYA SEBAGAI ARSITEKTUR MILENIAL

  • Written by admin
  • Category: Berita

Generasi milenial ternyata tidak hanya pada persoalan gaya hidup keseharian saja. Generasi milenial juga merambah pada kebutuhan tata ruang dan desain bangunan yang memiliki karakter berbeda dari generasi sebelumnya. Maka tidak heran banyak pengembang yang mulai merancang bangunan bergaya kekinian.

“Generasi milenial merupakan pangsa pasar property yang unik. Sebagaimana identitas generasi milenial yang memang unik. Dari sinilah perlu tata ruang dan arsitektur yang juga berbeda dari jaman sebelumnya,” kata Direktur Pengembangan Bisnis PT. Intiland Development Tbk, Permadi Indra Yoga saat berbicara dalam diskusi Campus Talk bertema Desain Arsitektur Milenial untuk Bangunan Vertikal di kampus UMB, Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018.

Pada generasi milenial, lanjut dia menuntut segala sesuatu yang sederhana, lengkap, cepat dan penuh karya seni. Hal tersebut juga merupakan tuntutan pada desain arsitektur milenial. Baik untuk bangunan landed maupun vertikal.

Sebagai contoh, sambung Yoga terlihat pada sejumlah apartemen yang memadukan konsep mall, hunian, restoran dan taman bermain. Bahkan tidak jarang yang lokasinya pun berdekatan dengan perkantoran dan pusat bisnis.

“Itu menunjukan akses kemudahan, cepat, lengkap dan juga penuh gaya yang menjadi kebutuhan generasi milenial,” paparnya.

Meskipun sejatinya tidak bisa pula melepaskan pada kebutuhan pasar property untuk generasi sebelumnya. Karena secara nyata pun kebutuhan property cenderung mix (bercampur), tidak bisa spesifik untuk satu kelompok generasi.

Konsultan Properti, Rahil Muhammad Hasbi, M.Arch menambahkan desain arsitektur milenial itu menuntuk kemudahan akses sebagai hal utama. Selain itu pula generasi milenial menuntut pula nuansa seni pada bangunan. (penulis: Fauzi Nur Iman/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

 

PSM UMB HARUMKAN INDONESIA DI PENTAS DUNIA

  • Written by admin
  • Category: Berita

 

 

 

Paduan suara mahasiswa (PSM) Universitas Mercu Buana kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Setelah berhasil memboyong juara I kategori Folklore di ajang Tokyo Internasional Choir Competition 2018. Atas keberhasilan itu PSM UMB berhak membawa pulang medali emas, trophy dan uang tuna 50 ribu Yen.

“Prestasi ini merupakan buah kerja keras anggota PSM UMB, sekaligus menyumbang nama baik Indonesia di pentas dunia,” ujar Rektor UMB, Dr. Arissetyanto Nugroho, MM dalam keterangannya di Jepang, Senin (30 Juli 2018).

Dewan Juri Tokyo Internasional Choir Competition memberikan nilai tertinggi atas kemampuan PSM UMB membawakan tiga lagu daerah. Ketiga lagu daerah yang dilantunkan itu adalah Gayatri aransemen Bagus S Utomo, Si Patokaan aransemen Alexander Parengkuan dan Paris Berantai aransemen Ken Steven.

Kepiawaian PSM UMB membawakan lagu-lagu daerah itu memikat hati dewan juri. Tidak hanya melalui alunan nada dan perpaduan gerak yang indah. Ekspresi anggota PSM UMB saat melantunkan lagu tersebut juga menarik perhatian dewan juri.

“Padahal ada dua negara yang sering meraih nilai tinggi pada kategori lagu daerah, yakni Filipina dan Jepang. Namun keduanya berhasil dilewati oleh PSM UMB. Luar biasa,” ujarnya.

Pelatih PSM UMB, Agus Yuwono menambahkan keberhasilan ini merupakan proses panjang dari seluruh anggota PSM UMB. Tidak hanya sebatas proses latihan yang ketat dan penuh disiplin, tetapi juga pengalaman bertanding yang juga bagian penting.

Menurutnya anggota PSM UMB harus terasah dalam medan kompetisi diberbagai tingkat. Sekaligus sering tampil dalam berbagai kegiatan. Hal tersebut untuk mengasah kemampuan dan melatih kedisiplinan.

“Latihan yang penuh tekanan, displin serta jam terbang merupakan bagian penting. Hasilnya cukup membanggakan kita semua,” imbuhnya. (penulis: Amukti Sadat Jati/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

 

 

 

 

SEMANGAT HARTEKNAS MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN, MENJAGA KEDAULATAN

  • Written by admin
  • Category: Berita

Pada 10 Agustus nanti, peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional kembali dirayakan. Momentum itu patut dioptimalkan melalui tumbuhnya kesadaran pemanfaatan teknologi dalam negeri. Sekaligus mendorong tranformasi teknologi luar, menjadi teknologi dalam negeri.

“Dari sinilah peran teknologi dalam negeri dapat menjadi motor kesejahteraan. Tidak lagi bergantung pada teknologi import,” ujar Rektor UMB, Dr. Arissetyanto Nugroho, MM, IPU, CMA, MSS saat menghadiri pelantikan 1.246 wisudawan UMB di ICE, Serpong, Rabu 18 Juli 2018.

Ketergantungan Indonesia pada teknologi import terlihat dari sejumlah data. Global Innovation Index 2017 menempatkan Indonesia masih berada pada ranking 87 dari 128 negara dalam pengembangan inovasi. Kemampuan Indonesia dalam mengembangkan inovasi itu masih rendah dibandingkan Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina. Bahkan posisi Indonesia masih lebih rendah dari negara Bosnia and Herzegovina yang menjadi negara nyaris hancur oleh konflik militer.

Sedangkan data BPS tahun 2000 – 2016 tentang Import Mesin bagi Industri dalam negeri masih menujukan ketergantungan pada teknologi luar negeri, meskipun data tersebut relatif fluktuatif dari tahun ke tahun. Pada 2016 tercatat nilai import mesin bagi industry dalam negeri mencapai 3,4 Miliar USD dengan sejumlah negara mendominasi sebagai importir dalam negeri, yaitu Jepang dan Tiongkok. Bahkan tidak sedikit pula import mesin dari negara Thailand.

“Ketergantungan pada import mesin bagi kepentingan Industri dalam negeri memberikan pesan penguasaan teknologi yang berkaitan pada kepentingan industry masih memprihatinkan,” pungkasnya.

Momentum Hari Kebangkitan Teknologi Nasional tahun ini harus lebih bermakna melalui penyadaran bersama tentang arti penting pemanfaatan teknologi bagi kemajuan bangsa. Hal itu juga berarti semangat memperkuat basis riset yang berkorelasi pada temuan baru, serta penciptaan berbagai alat kerja terbaru yang semuanya mendukung pada penguasaan teknologi untuk industri. (penulis: Citra Sentosa/ editor: Riko Noviantoro/ Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

HAPUS DIKRIMINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA DAN NEGERI

  • Written by admin
  • Category: Berita

Peran perguruan tinggi apapun, baik swasta atau pun negeri sejatinya untuk tujuan sama, yakni mencerdaskan generasi. Namun pada prakteknya terdapat perlakuan yang tidak setara antara perguruan tinggi swasta (PTS) dan perguruan tinggi negeri (PTN).

“Perlakuan yang tidak setara antara PTS dan PTN itu harus segera dihapuskan. Perlakuan yang tak setara menimbulkan ekses buruk jangka panjang,” kata Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat, Dr. Ir. M Budi Djatmiko, M.Si, MEI saat menghadiri Halal Bi Halal Perguruan Tinggi Swasta di kampus UMB, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

Sikap pemerintah, menurut dia terlihat condong pada perguruan tinggi negeri. Sedangkan perguruan tinggi swasta tidak terlalu menjadi perhatian pemerintah. Padahal penyebaran PTS sesungguhnya lebih luas dan melayani anak bangsa lebih banyak dari perguruan tinggi negeri.

Dari sisi itu saja, lanjut Ketua APTISI Pusat sudah sepatutnya ada perlakuan yang setara antar PTS dan PTN. Tidak lagi hanya fokus pada PTN yang selama ini sudah berjalan lebih maju. Meski ada pula sebenarnya PTS yang lebih baik dari PTN.

“PTS dan PTN bukan lah saling bertentangan atau berkompetisi. Kedua nya punya tujuan sama. Maka pemerintah seharusnya juga memberikan perhatian yang sama,” imbuhnya dihadapan ratusan perwakilan APTISI . (penulis: Amukti Sadat Jati/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

 

GENERASI MILENIAL HARUS MELEK LITERASI FINANSIAL

  • Written by admin
  • Category: Berita

Identitas generasi millennial yang ditandai penguasaan pada teknologi digital, sepatutnya tidak menjadi sia-sia. Apalagi jika generasi millennial tersebut hanya menghabiskan waktu untuk menjadi konsumen teknologi digital semata, akan semakin kehilangan peran dan manfaatnya.

“Ini momentum bagi generasi milenial untuk memiliki peluang ekonomi lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya,” kata Dekan FEB, Dr. Harnovinsyah dalam acara Campus Talk bertema Cerdas Literasi Finansial, Sukses Generasi Milenial di kampus UMB, Jakarta, Jumat, 29 Juni 2018.

Menurutnya era digital ini membuka semua orang untuk mudah memahami peluang investasi. Berbagai informasi tentang investasi dan jenisnya dapat mudah dipahami. Tetapi tetap harus mengerti secara mencukup tentang berbagai hal terkait finansial.

Dari situlah, lanjut dia perlu generasi milenial untuk melek literasi finansial. Tidak lagi memahmi investasi sebagai tabungan di lembaga keuangan saja, seperti Bank. Ternyata banyak bentuk investasi yang lebih menjanjikan dan memiliki kelebihan dari sebatas menabung di Bank.

Head of Marketing Online Trading MNC Sekuritas, Thomas Darmawan menegaskan berinvestasi saat ini semakin mudah. Terlebih dengan dukungan teknologi digital yang membuat arus informasi semakin baik. Hal tersebut menjadi kunci bagi keberhasilan memilih investasi yang tepat.

“Dari informasi yang memadai itulah informasi tentang jenis investasi semakin mudah. Salah satunya adalah membeli saham,” imbuhnya. (penulis: Fauzi Nur Iman/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

RAMADHAN ITU MOMENTUM MENATA KEADABAN DIRI

  • Written by admin
  • Category: Berita

Berpuasa pada bulan Ramadhan tidak semata-mata wujud kepatuhan pribadi muslim kepada perintah Allah SWT. Puasa merupakan sarana pendidikan, pembelajaran atau pelatihan diri untuk menjadi lebih beradab, lebih berkarya dan memiliki orientasi hidup yang kuat.

“Pada nilai itulah kadang muslim lalai untuk memahami. Puasa hanya dianggap sebagai ritual ibadah semata. Bukan sebagai proses menata keadaban diri yang lebih baik,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir saat memberikan Tausyiah dalam acara buka puasa bersama Program Pascasarjana UMB di kampus UMB, Kamis (31 Mei 2018).

Puasa Ramadhan, lanjut dia merupakan sarana pembelajaran individual bagi setiap muslim untuk menata kembali dirinya. Bagaikan mesin produksi yang coba direset ulang untuk dapat melahirkan akurasi dan presisi produk, hingga nanti kualitas produknya menjadi terjaga.

Dalam konteks kekinian, menurut Haedar Nasir aktifitas puasa bisa menjadi jalan menumbuhkan keadaban diri yang lebih baik. Karena saat ini keadaban diri dan keadaban publik mengalami kekacauan yang luar biasa.

“Tidak ada lagi kontrol diri yang sebetulnya perlu dalam semua kesempatan. Hilangnya kontrol diri mengakibatkan perilaku beradab pun hilang,” paparnya.

Dengan demikian, dia berharap kesempatan selama Ramadhan tidak hanya dilihat sebagai upaya meningkatkan amal ibadah semata. Tetapi juga merupakan tujuan meningkatkan ahlak manusi, sebagaimana tujuan Islam itu hadir. (penulis: Fauzi Nur Iman / editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

Info Pendaftaran 085100633360

Kampus UMB

Kampus Meruya

  • Jl. Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat
  • T : 021 5840 816 ( Hunting), ext: 2751
  • F : 021 5840 015

Kampus Menteng

  • Jl. Menteng Raya No.29, Jakarta Pusat
  • T : 021 3193 5454
  • F : 021 3193 4474

Kampus Cibubur

  • Jl. Keranggan No.6, Jatisampurna Bekasi
  • T : 021 8449 635

Fakultas

Diploma 3

  • . Fakultas Ekonomi dan Bisnis

     

     

    Profesi 

    • Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Strata 1

Strata 2

 

 

Top of Page