PATRIOT RUN 2018: MOMENTUM MEMPERKUAT NASIONALISME
Mercu Buana University

PATRIOT RUN 2018: MOMENTUM MEMPERKUAT NASIONALISME

  •   Written by admin
  • Category: Berita

Menumbuhkan nasionalisme tidak cukup melalui pendekatan akademis semata. Nasionalisme juga dapat tumbuh melalui kegiatan-kegiatan fisik yang mendekatkan pada tema-tema kesejarahan, seperti Patriot Run 2018 yang mengkombinasikan olah raga lari dan pesan sejarah.

Penggagas Patriot Run 2018, Dr. Arissetyatno Nugroho, MM.,IPU menegaskan Patriot Run 2018 memang dirancang sedemikian rupa untuk tujuan lebih besar, yakni menumbuhkan generasi sehat jasmani juga memiliki semangat nasionalisme yang kuat melalui olah raga berdampak pada meningkatnya patriotisme. Maka dari itu kegiatan Patriot Run memberikan tantangan bagi generasi muda Indonesia untuk berlari dengan jarak tempuh 11 kilometer yang melintasi sejumlah lokasi bersejarah.

“Dari data panitia, tercatat 2.500 pelari sudah mendaftar dan siap mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, termasuk pula sejumlah pelari luar negeri,” ujar Dr. Arissetyanto Nugroho,  MM.,IPU disela persiapan Patriot Run 2018 di Jogjakarta, Sabtu (12 Mei 2018).

Terkait pesan sejarahnya, Arissetyanto menjelaskan rute yang dilintasi para pelari Patriot Run 2018 ini merupakan rute perjuangan pada pasca kemerdekaan, khususnya mengenang peristiwa pembantaian massal yang dilakukan pasukan Belanda kepada warga desa Kemusuk pada agresi militer kedua, tahun 1949. Lokasi penembakan massal itu menjadi salah satu area lintas para pelari Patriot Run 2018.

Pembunuhan massal yang dilakukan tentara Belanda sebagai respon atas kalah pamornya Belanda dengan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 dan mengakibatkan lebih dari 202 warga desa Kemusuk, Kab. Bantul wafat dengan cara yang tidak manusiawi.

Untuk diketahui pula sepanjang bulan Mei terdapat peristiwa sejarah nasional penting. Pertama pada 1 Mei yang dikenal sebagai Hari Kembali Irian Barat Kepangkuan Ibu Pertiwi, kedua pada 2 Mei yang dikenal Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yakni peringatan mengenang kegigihan Ki Hajar Dewantara dalam upaya meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia melalui pendidikan, ketiga pada 17 Mei dikenal sebagai Hari Buku Nasional dan keempat pada 20 Mei dikenal sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

“Selain berolah raga dan mengenang kembali peristiwa tragis di Desa Kemusuk, Bantul, juga terdapat aksi sumbang buku senilai Rp. 100 juta dari Balai Pustaka. Sumbangan buku tersebut diserahkan ke pengelola Museum Memorial Jend. Besar Soeharto,” imbuhnya. (penulis: Johana/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

 

 

Info Pendaftaran 085100633360

Kampus UMB

Kampus Meruya

  • Jl. Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat
  • T : 021 5840 816 ( Hunting), ext: 2751
  • F : 021 5840 015

Kampus Menteng

  • Jl. Menteng Raya No.29, Jakarta Pusat
  • T : 021 3193 5454
  • F : 021 3193 4474

Kampus Cibubur

  • Jl. Keranggan No.6, Jatisampurna Bekasi
  • T : 021 8449 635

Fakultas

Diploma 3

  • . Fakultas Ekonomi dan Bisnis

     

     

    Profesi 

    • Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Strata 1

Strata 2

 

 

Top of Page