OPTIMALKAN PERAN PERGURUAN TINGGI PADA ERA DIGITAL

Perguruan tinggi sebagai masyarakat ilmu pengetahuan tidak boleh hanya menjadi penonton pada era digital. Perguruan tinggi perlu mengambil peran yang lebih besar. Tidak hanya menyiapkan generasi yang melek teknologi, tetapi juga ikut menetukan arah perubahan di era digital.

“Era digital membuka peluang bagi siapa saja untuk melompat dan maju. Makanya masyarakat perguruan tinggi perlu memanfaatkanya bagi penentu arah perubahan tersebut,” ujar Rektor UMB, Dr. Arissetyanto Nugroho, MM saat menyampaikan pidato pada Wisuda Sarjana XLI dan Pascasarjana XXVIII di Indonesia Convention and Exhibition, Serpong, Kamis (29/Nov/17).

Menurutnya insan perguruan tinggi harus mampu mengarahkan laju era digital sebagai kekuatan positif. Tidak malah menjadikan era digital sebagai energy yang memisahkan. Akibatnya timbul persaingan dan perselisihan yang muncul dimasyarakat.

Teknologi digital, lanjut dia perlulah kearifan dalam operasionalisasinya. Tingkat kearifan tersebut harus dimiliki para insan perguruan tinggi. Dengan menebarkan nilai-nilai kehidupan yang baik melalui teknologi digital.

“Dengan demikian teknologi digital bermanfaat bagi arah perubahan bangsa yang menuju ke titik terbaik,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, dia memastikan era digital merupakan momen membangun kolaborasi, sinergitas dan kerjasama. Melalui kerjasama dan sinergitas keilmuan itulah teknologi digital mampu menjadi energy perubahan yang hebat.

Pada wisuda ini melantik 1272 orang wisudawan yang terdiri dari 71 Magister, 1181Sarjana, dan 20 Diploma. (penulis: Fauzi Nur Iman/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )