Mercu Buana University

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI POROS KEBANGSAAN

  • Written by admin
  • Category: Berita

 

 

 

Gerakan Boedi Oetomo pada tahun 1908 itu menjadi bukti otentik kegigihan kaum terdidik pada upaya membangun semangat kebangsaan. Sebuah titik awal yang kemudian menjadi kekuatan meraih kemerdekaan sebagai bangsa yang mandiri.

“Belajar dari fakta itulah sudah kewajiban perguruan tinggi terus menjadi poros lahirnya semangat kebangsaan. Melalui berbagai kegiatan pendidikan yang bertumpu pada upaya tersebut,” ujar Koordinator KOPERTIS III, Dr. Illah Sailah saat menghadiri seminar Pemikiran Perguruan Tinggi untuk Kebangsaan di kampus UMB, Jakarta, Jumat (8/Des/17).

Dikatakannya perguruan tinggi bukan hanya sebagai komunitas terpelajar saja, tetapi juga menjadi tempat dimana lahirnya gagasan kebangsaan itu tumbuh. Bahkan secara berkelanjutan berupaya memperkuat semangat kebangsaan sebagai bagian dari identitas dan pendidikan.

Perguruan tinggi, menurut dia bukan semata institusi yang hanya meningkatkan kemampuan personal. Melainkan pula sebagai infrastruktur yang efektif untuk memproduksi pemikiran luas bagi penguatan makna kebangsaan.

“Jangan biarkan generasi terdidik itu menjadi egois. Berpikir tentang dirinya sendiri. Tetapi didorong untuk berperan aktif bagi kepentingan bangsa dan negara. Itulah spirit kebangsaan sebenarnya,” tegas dia.

Menurutnya upaya yang dilakukan Universitas Mercu Buana melalui berbagai kegiatan seminar ini patutlah ditiru. Apalagi telah pula menerapkan pendidikan bela negara bagi mahasiswa baru, hal tersebut penting bagi membangun semangat kebangsaan.

Seminar bertema Pemikiran Perguruan Tinggi untuk Kebangsaan ini menghadirkan pula Ketua Umum PP Muhammadiya, Prof. Dr. Haedar Nasir serta Peneliti senior bidang Nuklir, Prof. rar.net, Evy Kartini yang membahas tentang pemanfaatan teknologi nuklir bagi pentingkatan daya saing bangsa. (penulis: Noviana Pakasi/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

 

 

 

RADIKALISME MERUSAK MAKNA KEBANGSAAN

  • Written by admin
  • Category: Berita

Ancaman kehidupan berbangsa dan bernegara tidak hanya datang dari faktor eksternal saja. Faktor internal sebuah bangsa juga bisa mengancaman tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai contoh adalah gerakan radikalisme.

Ketua PP Muhammadiya, Prof. Dr. Haedar Nasir mengaskan gerakan radikalisme di Indonesia merupakan ancaman yang dapat hadir kapan saja, dalam bentuk apapun dan dengan model yang berbeda-beda. Dengan tujuan merusak semangat kebangsaan yang sudah lama terbangun di bumi Indonesia.

“Radikalisme bukanlah milik sekolompok agama tertentu saja. Radikalisme itu bisa diperankan oleh kelompok manapun, dari latar belakang agama, sosial dan budaya manapun,” tegas Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nasir saat memberikan materi dalam seminar Pemikiran Perguruan Tinggi untuk Kebangsaan di kampus UMB, Jakarta, Jumat (8/Des/17).

Gerakan radikalisme, lanjut dia adalah perlawanan yang mengarah pada kerusakan, sedangkan kerusakan merupakan perlawanan terhadap sebuah peradaban. Dimana tatanan kehidupan yang harmonis dan menjunjung tinggi rasa kemanusiaan itu ingin diwujudkan.

Sudah tentu, Ketua Umum PP Muhammadiyan menegaskan para pelaku radikalisme akan mengemas segala bentuk upayanya dalam berbagai isu. Dengan harapan tujuah kehidupan yang diharapkan kelompok radikalisme itu terwujud.

“Sebagai bangsa Indonesia terdapat landasan fundamental yang sudah terbangun melalui ideologi Pancasila. Maka ideologi itulah yang menyatukan semangat kebangsaan dan harus diterima secara penuh oleh semua elemen bangsa Indonesia,” paparnya.

Benih radikalisme, sambung dia merupakan upaya mengganti ideologi Pancasila. Hal itu sama saja ingin mengubah negara Indonesia dengan ideologi lain. Sudah pasti tidka sesuai dengan tuntutan Indonesia yang memiliki keragaman budaya, sosial, suku dan bahasa.

Dia berharap perguruan tinggi mampu terus menjaga nilai Pancasila sebagai falsafah bernegara. Karena tanpa Pancasila, maka masa depan Indonesia akan tercerai berai. Hal itu berarti menghapus Indonesia sebagai sebuah negara. (penulis: Citra Sentosa/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

KEMRISTEK DIKTI BERI PENGHARGAAN BAGI PT ASUH

  • Written by admin
  • Category: Berita

 

 

 

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti) memberikan penghargaan kepada sejumlah perguruan tinggi unggul yang telah mendukung program Perguruan Tinggi Asuh (PT Asuh). Program tersebut secara terbukti mampu mendorong sejumlah perguruan berakreditasi ‘C’ meningkat akreditasinya.

“Atas kerja keras PT Asuh tersebut Kementerian Ristek Dikti pantas memberikan penghargaan sebagai wujud perhatian,” tegas Direktur Penjaminan Mutu Kemristek Dikti, Prof. Aris Junaidi, Ph.D dalam sambutannya diacara Apresiasi Program Asuh Perguruan Tinggi Unggul, Jakarta, Selasa (5/Nov/17).

Melalui penghargaan ini, lanjut dia perguruan tinggi asuh dapat terus melakukan upayanya meningkatkan kualitas. Sekaligus merangsang perguruan tinggi yang belum mendapatkan akreditasi unggul berupaya lebih baik lagi.

Wakil Rektor UMB, Prof. Dana Santoso mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Kemristek Dikti untuk mengajak UMB sebagai PT Asuh bagi beberapa perguruan tinggi. Kegiatan ini juga cukup baik bagi UMB untuk dapat pula belajar lebih banyak, agar dapat pula meningkatkan akreditasinya.

Menurutnya program PT Asuh merupakan langkah pemerataan kualitas perguruan tinggi. Tidak lagi didominasi pada perguruan tinggi di wilayah Jawa yang dianggap berkualitas. Sehingga tujuan perguruan tinggi manapun dapat menghasilkan lulusan yang memadai. (penulis: Priyo Wahyudi/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

 

 

 

PUSAT JAMINAN MUTU KAMPUS, MAINKAN PERAN STRATEGIS

  • Written by admin
  • Category: Berita

 

 

 

Peningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perguruan tinggi merupakan langkah tepat. Asalkan pengelolaan perguruan tinggi juga dilakukan penuh berkualitas. Sehingga hasil keluaran didikan perguruan tinggi mampu menjawab berbagai perubahan dan tantangan zaman.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Butuh kemauan perguruan tinggi melalui Pusat Jaminan Mutu yang mengontrol kualitas penyelenggaraan perguruan tinggi,” kata Direktur Penjaminan Mutu Kemristek Dikti, Prof. Aris Junaidi, Ph.D dalam sambutannya diacara Apresiasi Program Asuh Perguruan Tinggi Unggul, Jakarta, Selasa (5/Nov/17).

Prof. Aris Junaidi menegaskan komitmen Pusat Jaminan Mutu dalam mengontrol dan mengarahkan tata kelola perguruan tinggi secara baik dapat secara praktis meningkatkan kualitas layanan perguruan tinggi. Tanpa peran Pusat Jaminan Mutu yang bekerja optimal, tidak mungkin perguruan tinggi tersebut dapat meningkat kualitasnya.

Ditegaskan Direktur Penjaminan Mutu ini pencapaian kualitas memiliki standar yang telah disusun pemerintah. Standar tersebut harus menjadi capaian kinerja bagi perguruan tinggi. Dengan demikian arah dan pengelolaan perguruan tinggi menjadi terukur dan memiliki hasil yang juga baik.

“Penjaminan Mutu tersebut mengarahkan, menyusun dan mengontrol pengelolaan perguruan tinggi sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” ucapnya dihadapan para perwakilan perguruan tinggi dan pejabat Kopertis.

Faktanya, sambung dia perguruan tinggi yang melaksanakan standar mampu menghasilkan didikan juga terbaik. Sekaligus meningkatknya pula mutu perguruan tinggi sebagai institusi. Itu berarti penerapan standar yang dilakukan Pusat Jaminan Mutu suatu perguruan tinggi memiliki dampak luas. (penulis: Fauzi Nur Iman/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

 

 

 

OPTIMALKAN PERAN PERGURUAN TINGGI PADA ERA DIGITAL

  • Written by admin
  • Category: Berita

Perguruan tinggi sebagai masyarakat ilmu pengetahuan tidak boleh hanya menjadi penonton pada era digital. Perguruan tinggi perlu mengambil peran yang lebih besar. Tidak hanya menyiapkan generasi yang melek teknologi, tetapi juga ikut menetukan arah perubahan di era digital.

“Era digital membuka peluang bagi siapa saja untuk melompat dan maju. Makanya masyarakat perguruan tinggi perlu memanfaatkanya bagi penentu arah perubahan tersebut,” ujar Rektor UMB, Dr. Arissetyanto Nugroho, MM saat menyampaikan pidato pada Wisuda Sarjana XLI dan Pascasarjana XXVIII di Indonesia Convention and Exhibition, Serpong, Kamis (29/Nov/17).

Menurutnya insan perguruan tinggi harus mampu mengarahkan laju era digital sebagai kekuatan positif. Tidak malah menjadikan era digital sebagai energy yang memisahkan. Akibatnya timbul persaingan dan perselisihan yang muncul dimasyarakat.

Teknologi digital, lanjut dia perlulah kearifan dalam operasionalisasinya. Tingkat kearifan tersebut harus dimiliki para insan perguruan tinggi. Dengan menebarkan nilai-nilai kehidupan yang baik melalui teknologi digital.

“Dengan demikian teknologi digital bermanfaat bagi arah perubahan bangsa yang menuju ke titik terbaik,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, dia memastikan era digital merupakan momen membangun kolaborasi, sinergitas dan kerjasama. Melalui kerjasama dan sinergitas keilmuan itulah teknologi digital mampu menjadi energy perubahan yang hebat.

Pada wisuda ini melantik 1272 orang wisudawan yang terdiri dari 71 Magister, 1181Sarjana, dan 20 Diploma. (penulis: Fauzi Nur Iman/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

 

LULUSAN PERGURUAN TINGGI HARUS MELEK TEKNOLOGI

  • Written by admin
  • Category: Berita

Laju teknologi digital saat ini masih belum dioptimalkan bagi kepetingan bisnis. Hal itu dibuktikan dari jumlah pelaku bisnis rintisan atau start up masih sangat minim. Bahkan masih ada anak muda yang belum melek digital.

“Saya harap lulusan perguruan tinggi sudah melek teknologi. Gunakan teknologi itu untuk meraih kesuksesan dan berbagai capai prestasi,” ujar Co Founder Tokopedia, Thomas Alfa Edison saat memberikan kuliah umum dalam acara Wisuda Sarjana XLI dan Pascasarjana XXVIII di Indonesia Convention and Exhibition, Serpong, Kamis (29/Nov/17).

Penguasaan teknologi, lanjut dia telah menjadi keterampilan yang melekat bagi setiap sarjana. Tanpa keterampilan dalam penguasaan teknologi akan menjadikan lulusan perguruan tinggi sebagai penonton. Bukan sebagai pelaku yang memanfaatkan teknologi.

Menurutnya langkah nyata sebagai pelaku teknologi adalah memanfaatkan segala kehebatan teknologi digital bagi pengembangan kapasitas diri. Bahkan mampu dioptimalkan bagi pengembangan bisnis. Sehingga teknologi digital memberikan manfaat ekonomis maupun non ekonomis.

“Tokopedia terus mengajak anak muda dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan bisnis berbasis digital,” pungkasnya.

Dia pun menantang para lulusan UMB untuk dapat mengembangkan platform bisnis digital. Semakin banyak platform bisnis digital membuka peluang bagi semua lapisan untuk meningkat ekonominya. Karena teknologi digital ini merambah dan menembus semua batas yang dulu sulit dilewati.

Universitas Mercu Buana memiliki 2 Program Diploma dan Peminatan Manajemen MICE, 16 Program Sarjana, 6 Program Magister, 2 Kelas khusus berbahasa Inggris pada Fakultas Ekonomi Bisnis dan Fakultas Ilmu Komputer, ditambah pula 1 Program Doktor Manajemen. Pada wisuda ini melantik 1272 orang wisudawan yang terdiri dari 71 Magister, 1181Sarjana, dan 20 Diploma. (penulis: Priyo Wahyudi/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

 

 

TEKNOLOGI MEMBUKA PELUANG KEBERHASILAN

  • Written by admin
  • Category: Berita

Tsunami digital yang terjadi bukanlah fenomena yang perlu ditakutkan. Semua segi kehidupan terpapar kecanggihan teknologi informasi. Hingga berbagai perubahan pun dalam waktu singkat terjadi.

“Teknologi itu hanya sebagai enabler. Sekarang yang penting bagaimana mengelola teknologi itu untuk arah terbaik,” kata Menteri Informasi dan Komunikasi, Rudiantara dalam seminar “Sukses Transformasi Organisasi” yang diselenggarakan program Pascasarjana UMB di kampus UMB, Jakarta, Selasa (21/11/17).

Menurut Menteri Rudiantara hal terpenting yang perlu disikapi oleh semua pihak terkait tsunami digital adalah cara bersikap. Pola sikap yang positif dalam tsunami digital itu membuat siapa saja mampu memanfaatkan laju teknologi bagi perubahan.

“Kebanyakan dari kita bersikap pasif dan menjadi takut. Inilah yang akhirnya tergilas teknologi itu sendiri,” paparnya.

Teknologi informasi yang maju, menurut dia perlu menjadi energy mendapatkan berbagai kesempatan. Mulai dari gagasan yang lebih matang, informasi yang lebih lengkap dan sebagainya. Sehingga kemajuan teknologi menjadi pembuka peluang dan kesempatan.

Menurut Menteri Kominfo, Palapa Ring akan menjangkau 34 provinsi serta 440 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer dan kabel di daratan 21.807 kilometer.

“Diharapkan tahun 2019 tidak ada satu kota atau kabupaten pun yang tidak terkoneksi dengan internet kecepatan tinggi,” tegasnya. (penulis: Fauzi Nur Iman/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  )

 

FESTIVAL UMB X WADAH MENGUJI KEMAMPUAN

  • Written by admin
  • Category: Berita

 

 

 

Kompetisi pada Festival UMB sejak dulu memang dirancang untuk melakukan pemetaan terhadap potensi atlet-atlet muda.Terutama dalam sejumlah cabang pertandingan olah raga dan seni. Serta pertandingan berkarakter sain.

“Para juara dalam lomba tidak boleh berhenti pada titik keberhasilan Festival UMB, tetapi juga merambah pada kompetisi lainnya,” kata Direktur Marketing UMB, Dr. Mukti Ali disela sambutan penutupan Festival UMB X di Jungle Land, Bogor, Selasa (21/11/17).

Menurutnya kompetisi pada Festival UMB X adalah wadah untuk mengukur kemampuan. Bagi mereka yang berhasil pada kompetisi ini, tentu punya pengalaman dan kepercayaan diri untuk juga menjadi berhasil pada kompetisi berbeda.

Tidak hanya itu, Mukti Ali menambahkan Festival UMB X juga menjadi wahana tepat mengembangkan pergaulan. Karena peserta yang terlibat dalam festival ini berasal dari berbagai sekolah. Kesemaptan tersebut bisa membuat peserta berkontak dan menjalin komunikasi.

“Sambil melihat apa dan bagaimana prestasi dari sekolah lain. Hal tersebtu bisa jadi pembelajaran bagi sekolah untuk mengembangkan lagi keterampilan dan prestasinya,” tuturnya.

Dia pun berharap hadiah beasiswa yang diberikan dapat memacu semangat peserta. Sekaligus berminat untuk melanjutkan studi pada jenjang yang lebih tinggi. Dengan demikian generasi Indonesia adalah pribadi yang cerdas dan berprestasi.

Penutupan Festival UMB X berlangsung di arena Jungle Land. Dengan melibatkan 250 peserta yang merupakan para juara lomba di Festival UMB, perwakilan guru, panitia dan sejumlah undangan. Para juara mendapatkan hadiah berupa beasiswa, uang tunai dan piala.

Festival UMB X diikuti lebih dari 150 sekolah se Jabodetabek – Banten. Dengan memperlombakan 10 cabang pertandingan dan 2 kegiatan workshop. Kegiatan tersebut berlangsung sejak tanggal 1 – 25 November 2017. (penulis: Fauzi Nur Iman/ editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  )

 

 

 

Info Pendaftaran 085100633360

Kampus UMB

Kampus Meruya

  • Jl. Meruya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat
  • T : 021 5840 816 ( Hunting), ext: 2751
  • F : 021 5840 015

Kampus Menteng

  • Jl. Menteng Raya No.29, Jakarta Pusat
  • T : 021 3193 5454
  • F : 021 3193 4474

Kampus Cibubur

  • Jl. Keranggan No.6, Jatisampurna Bekasi
  • T : 021 8449 635

Fakultas

Diploma 3

  • . Fakultas Ekonomi dan Bisnis

     

     

    Profesi 

    • Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Strata 1

Strata 2

 

 

Top of Page