Dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa/i Public Relations, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana dari sisi praktis tentang strategi dan aktivitas mengelola reputasi organisasi, maka beberapa dosen (Team Teaching) yang mengampu mata kuliah Manajemen Reputasi mengadakan Company Visit ke beberapa lembaga di Jakarta. Kegiatan tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa/i yang sedang menempuh mata kuliah Manajemen Reputasi pada semester Genap TA 2011/2012 ini. Agenda yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa/i PR UMB adalah mengunjungi Soho Group, Kawasan Industri Pulo Gadung (21/5/12), Museum Purnabhakti Pertiwi, TMII (23/5/12) dan Galeri Nasional Indonesia (4/6/12).
Sebanyak kurang lebih 40 mahasiswa PR UMB didampingi Irmulan Sati, SH, M.Si (Dosen PR UMB) ikut serta dalam company visit ke Soho Group. Para mahasiswa disambut baik oleh Widi Nugroho Sahib (PR Soho Group), bersama dengan Ika dan Dewi, staff PR Soho Group. Sebelumnya, para mahasiswa diberikan informasi mengenai profil perusahaan Soho Group dan bagaimana perkembangannya. Kemudian Mas Widi, begitu beliau akrab disapa, menjelaskan beberapa studi kasus mengenai cara membangun reputasi Soho Group selama menjabat sebagai PR perusahaan tersebut.
Dimulai dari corporate identity untuk Logo Perusahaan yang diganti atas kerja keras pimpinan sampai dengan staf dalam menyatukan masing-masing pemikiran yang berbeda-beda. Kemudian penyatuan antara Jamu dengan Obat. Karena sebelumnya, masyarakat lebih mengenal Soho Group sebagai produsen jamu saja, tetapi pada kenyataan sekarang, Soho Group juga memproduksi obat-obatan dan alat kecantikan. Soho Group memang sangat fokus pada kesehatan.
Dalam membangun reputasi perusahaan, Soho Group pernah mengalami kasus dengan surat kabar di Sumatera. Dalam headline surat kabar tersebut tertulis “PT. Parit Padang Global melakukan pemutusan hubungan kerja sepihak”. Soho Group telah melakukan Press Conference bahwa berita tersebut tidak benar adanya tetapi dari media justru timbul pemberitaan baru yang tidak semestinya. Setelah itu, pihak Soho Group datang ke Dewan Pers untuk menjelaskan kronologis yang sebenarnya. Dari kasus tersebut, media tidak bisa memilih pada satu pihak. Serta tidak semestinya juga pihak yang merasa dirugikan memberikan kuasa pada media untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Bapak Widi menjelasakan pula bagaimana membangun reputasi dari sebuah perusahaan, diantaranya Kejujuran, Konsistensi, Akuntabilitas dan Kredibilitas. Sedangkan yang menjadi fokus reputasi perusahaan Soho Group seperti buah PEAR, maksudnya adalah Protect People, Preserve Environment, Secure Asset dan Maintain Reputation. Selain itu, Bapak Widi Nugroho juga menjelaskan bagaimana mengelola reputasi Soho Group seperti Detect the Problem, Prevention, Control the Crisis, Recovering dan Evaluating.
Dalam kunjungan berikutnya, mahasiswa berkesempatan untuk mengunjungi Museum Purnabhakti Pertiwi yang juga merupakan peninggalan dari Bapak HM. Soeharto (Alm) dan Ibu Tien Soeharto (Alm). Hadir dalam kesempatan tersebut Ibu Nyoman Tjakre (Direktur Museum Purnabhakti), Ibu Ir. Indrawati (Wakil Direktur Museum Purnabhakti) dan Bapak Drs. Gunawan Wahyu Widodo (Kabag. Pengabdian dan Penelitian) serta Ibu Ida Anggraeni, M.Si (Dosen PR UMB). Menurut Ibu Ida Anggraeni, M.Si tujuan dari kunjungan mahasiswa ke Museum Purnabhakti Pertiwi tersebut adalah mahasiswa sebagai calon PR ingin mengetahui bagaimana organisasi non profit atau semi profit dalam mengelola reputasi museum dari dahulu hingga sekarang.
Museum Purnabhakti Pertiwi di TMII telah dibangun selama 19 tahun. Saat ini masyarakat di Indonesia masih sangat kurang minatnya untuk berkunjung ke museum. Dalam sejarahnya, Nelson Mandela pernah memberikan cinderamata berupa catur yang pionnya berupa binatang yang memiliki dua arti. Arsitektur Museum Purnabhakti Pertiwi sendiri dibangun dengan konsep Javanese sesuai dengan keinginan Ibu Tien Soeharto (Alm) dan memiliki arti di setiap bangunannya. Isi dari Museum Purnabhakti Pertiwi adalah merupakan lembaga pewarisan nilai sejarah dan pengabdian Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto pada Bangsa Indonesia. Terdapat 3 Konsep museum seperti Koleksi, Komunikasi dan Penelitian. Dalam Museum Purnabhakti Pertiwi terdapat tiga belas ribu koleksi peninggalan semasa pemerintahan Bapak HM. Soeharto. Dilihat dari peningkatan jumlah pengunjung Museum Purnabhakti Pertiwi paling banyak pada tahun 1998 tetapi setelah itu jumlah pengunjung tidak stabil, ada penurunan ada pula peningkatan. Dari studi kasus seperti itu, pihak museum membuat media khusus untuk menampung pendapat dari masyarakat, dan sharing beberapa kegiatan dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang museum. Sehingga semakin banyak orang yang akan berkunjung ke museum. Terakhir mahasiswa berkunjung ke Galeri Nasional Indonesia yang diterima oleh Bapak Tubagus Andre (Direktur GNI), yang banyak mengulas sejarah dan isi galeri yang berupa galeri seni rupa dan beragam lukisan berkualitas yang dihasilkan oleh maestro lukis Indonesia.
Semoga kegiatan company visit tersebut dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan memperluas pengetahuan mahasiswa dalam mengelola reputasi di perusahaan atau organisasi baik profit maupun semi profit. (Biro Sekretariat Universitas & Humas / humas@mercubuana.ac.id)
|